Kepala KUA Kotagede Ikut Patroli Kebersihan Sungai Bersama Wali Kota Yogyakarta

Yogyakarta (KUA Kotagede) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Kotagede, Warsana Muji Raharja, S.Ag., bersama penyuluh agama Islam dan staf KUA Kotagede mengikuti Patroli Kebersihan Sungai yang digelar Kemantren Kotagede, Jumat (26/6/2026). Kegiatan diawali dari kawasan utara Jembatan Ngeksigondo RT 06 RW 01, Kelurahan Prenggan, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.
Patroli kebersihan dipimpin Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede dan dihadiri Wali Kota Yogyakarta, Dr. (HC) H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, Forkopimtren Kotagede, Danramil 08 Kotagede, Kapolsek Kotagede, Kepala Puskesmas Kotagede 1 dan 2, para lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang bergotong royong membersihkan kawasan sungai.
Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
Kepala KUA Kotagede, Warsana Muji Raharja, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi ajaran agama. Menurutnya, menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban setiap individu sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
“Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin diperkuat. Menjaga sungai tetap bersih merupakan ikhtiar bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, sekaligus memberikan teladan kepada generasi muda agar mencintai dan merawat alam sebagai amanah dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran KUA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama yang mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.
KUA Kotagede berkomitmen terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta. Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan tumbuh budaya hidup bersih, sehat, serta peduli terhadap kelestarian alam demi mewujudkan Kota Yogyakarta yang nyaman, hijau, dan berkelanjutan.[empip]



