Berita

Kenali Peluang Kuliah di Eropa, Murid Kelas XI G MAN 1 Yogyakarta Kunjungi EHEF 2026

Sleman (MAN 1 Yogya) – Peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Eropa semakin terbuka bagi murid Indonesia. Kesempatan tersebut dikenalkan kepada murid kelas XI G MAN 1 Yogyakarta melalui kunjungan ke The 18th European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Rabu (4/11/2026).

Pameran pendidikan tinggi yang diselenggarakan Uni Eropa ini menghadirkan lebih dari 90 institusi pendidikan tinggi dari 12 negara Eropa. Sekitar 69 institusi di antaranya hadir di Yogyakarta. Pengunjung dapat menggali informasi mengenai program pendidikan jenjang sarjana (S1), magister (S2), doktoral (S3), hingga kursus singkat (short course).

Tak hanya menawarkan informasi tentang pilihan universitas dan program studi, EHEF 2026 juga membuka akses informasi lebih dari 1.000 beasiswa setiap tahun bagi pelajar Indonesia, termasuk program Erasmus+. Berbagai informasi disampaikan langsung oleh perwakilan universitas, petugas penerimaan mahasiswa (admissions officers), serta perwakilan diplomatik negara-negara Eropa.

Melalui konsultasi tersebut, pengunjung berkesempatan memperoleh penjelasan mengenai persyaratan pendaftaran, pilihan program studi, biaya pendidikan, kehidupan mahasiswa di Eropa, hingga persyaratan visa. Informasi ini menjadi bekal penting bagi murid yang mulai merencanakan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang madrasah.

Salah satu hal yang menarik perhatian Fanny Fadilla dan kelompoknya adalah sistem pembelajaran di salah satu perguruan tinggi asal Leiden, Belanda. Menurutnya, pendidikan di sana tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik di ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman praktik melalui kesempatan magang di perusahaan.

“Menurut kami, universitas dari Leiden ini sangat mengesankan karena ketika kita menempuh pendidikan di sana, kita tidak hanya belajar, tetapi juga langsung praktik, seperti magang di sebuah perusahaan,” ungkap Fanny.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi partisipasi murid dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, mengenalkan murid pada lingkungan pendidikan tinggi internasional merupakan langkah penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun keberanian dalam merencanakan masa depan.

“Anak-anak perlu memiliki gambaran tentang berbagai peluang pendidikan setelah lulus dari madrasah. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa mengenal langsung pilihan universitas, program studi, dan beasiswa yang tersedia. Harapannya, murid semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri, meningkatkan kemampuan, dan berani memiliki cita-cita hingga ke tingkat internasional,” tuturnya.

Keikutsertaan murid kelas XI G MAN 1 Yogyakarta dalam EHEF 2026 menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat peta pendidikan tinggi dunia. Lebih dari sekadar mengenal kampus di luar negeri, pengalaman ini diharapkan membantu murid menyusun rencana pendidikan secara lebih terarah dan mempersiapkan diri untuk bersaing di tingkat global. (dee)

Leave a Reply