Teladani Surah Al-‘Ashr, Penyuluh KUA Umbulharjo Motivasi Warga Binaan Istiqomah Beramal Saleh

Yogyakarta (KUA Umbulharjo) – Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Umbulharjo, Sugiharto, S.H., terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan bagi masyarakat, termasuk warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kajian keislaman yang berlangsung di Masjid Lapas Wirogunan, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang diikuti para santri Madrasah Al-Fajar tersebut mengangkat tema tentang golongan manusia yang merugi dan beruntung berdasarkan kandungan Surah Al-‘Ashr. Kajian ini bertujuan memberikan penguatan keimanan sekaligus memotivasi warga binaan agar senantiasa meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
Dalam penyampaiannya, Sugiharto menjelaskan bahwa Surah Al-‘Ashr mengandung pesan mendalam tentang pentingnya memanfaatkan waktu dan menjalani kehidupan dengan keimanan serta amal kebajikan. Allah SWT memberikan gambaran bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang memiliki empat karakter utama, yaitu beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keimanan hendaknya tidak berhenti pada keyakinan dalam hati, tetapi harus diwujudkan melalui perbuatan nyata. Berbagai amalan sederhana dapat dilakukan secara rutin, seperti membaca dan menghafal Al-Qur’an, memperbanyak zikir, serta melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Amalan yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita mampu menjaganya secara istiqamah. Amalan yang dilakukan secara konsisten akan menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik,” pesannya.
Sugiharto juga mengajak para santri Madrasah Al-Fajar untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan membangun kebiasaan positif. Ia berharap semangat beribadah dan beramal saleh dapat terus terjaga, baik selama menjalani pembinaan di Lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala KUA Kemantren Umbulharjo, Sehona, S.Ag., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Umbulharjo dalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama Islam secara berkelanjutan kepada berbagai lapisan masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Dengan keimanan, amal saleh, serta kesabaran, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih kehidupan yang lebih baik.(Sugi).



