Berita

Kemenag Kota Yogyakarta Raih 15 Prestasi pada Anugerah GTK Madrasah Tingkat DIY

 

Yogyakarta (Penmad) — Prestasi membanggakan ditorehkan insan pendidikan madrasah Kota Yogyakarta dalam Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Kontingen Kementerian Agama Kota Yogyakarta berhasil meraih 15 penghargaan pada sejumlah kategori guru, kepala madrasah, dan tenaga kependidikan inspiratif, inovatif, dedikatif, hingga lintas iman.

Anugerah tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi para guru, kepala madrasah, dan tenaga kependidikan yang dinilai menunjukkan dedikasi, inovasi, keteladanan, serta kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan madrasah.

Perolehan prestasi kontingen Kemenag Kota Yogyakarta tersebar pada berbagai jenjang dan kategori. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan keberagaman kontribusi insan madrasah Kota Yogyakarta dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berdampak.

Pada kategori Guru Inspiratif, Siti Chotijah, S.Sos.I. dari RA Muadz bin Jabal 4 meraih Juara II Guru Inspiratif RA, sementara Neneng Yuningsih, S.Pd.I. dari MIN 1 Yogyakarta meraih Juara III Guru Inspiratif MI. Pada kategori Guru Inovatif, Nafiatur Rasyidah, S.Pd.I., M.Pd. dari MAN 2 Yogyakarta berhasil meraih Juara II Guru Inovatif MA.

Prestasi juga diraih melalui kategori Guru Dedikatif. Sri Rejeki, S.Pd. dari RA Al-Husna Yogyakarta meraih Juara III Guru Dedikatif RA; Eliza Agustina Purwaningrum, S.Pd. dari MIN 1 Yogyakarta meraih Juara II Guru Dedikatif MI; Dra. Rr. Ayu Dewi Widowati dari MTsN 1 Yogyakarta meraih Juara III Guru Dedikatif MTs; serta Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd. dari MAN 2 Yogyakarta meraih Juara II Guru Dedikatif MA.

Sementara itu, pada kategori Guru Lintas Iman, Apriyata Dzikry Romadhon, S.Hum. dari MAN 1 Yogyakarta meraih Juara III. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi guru madrasah tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup penguatan nilai kebersamaan dan penghargaan terhadap keberagaman.

Pada kategori Kepala Madrasah, kontingen Kota Yogyakarta kembali menunjukkan capaian yang kuat. Lina Mariana, MA dari RA Bunayya meraih Juara I Kamad Inspiratif, disusul Badrudin, S.Ag., M.S.I. dari MTs Muhammadiyah Karangkajen sebagai Juara II dan Edi Triyanto, S.Pd., M.Pd. dari MAN 1 Yogyakarta sebagai Juara III.

Pada kategori Kamad Inovatif, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd. dari MAN 2 Yogyakarta meraih Juara II, sedangkan Musa Surahman, S.Ag. dari MTsN 1 Yogyakarta meraih Juara III.

Kontribusi tenaga kependidikan juga turut mengantarkan Kota Yogyakarta meraih prestasi. Nuryanti, A.Md. dari MAN 2 Yogyakarta berhasil meraih Juara I Tenaga Kependidikan Inspiratif, sedangkan Gayatri Novalinda dari MIN 1 Yogyakarta meraih Juara II Tenaga Kependidikan Inovatif.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta Ahmad Musyadad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwakilan Kota Yogyakarta yang telah mengikuti rangkaian seleksi dan kompetisi hingga tingkat DIY. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen, kerja keras, dan dedikasi para insan madrasah dalam menjalankan tugas pendidikan.

Apresiasi tersebut juga menjadi dorongan agar capaian yang diraih tidak berhenti sebagai penghargaan personal maupun kelembagaan, tetapi dapat menjadi energi positif bagi ekosistem madrasah secara lebih luas.

Para penerima penghargaan diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi guru, tenaga kependidikan, kepala madrasah, serta seluruh keluarga besar madrasah di Kota Yogyakarta untuk terus mengembangkan inovasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, dan menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Rangkaian penghargaan ini juga menjadi refleksi bahwa kemajuan madrasah dibangun oleh kerja kolektif berbagai unsur. Guru berperan menghadirkan pembelajaran yang bermutu, kepala madrasah menggerakkan inovasi dan budaya mutu, sementara tenaga kependidikan memastikan layanan administrasi dan pendukung pendidikan berjalan secara profesional.

Bagi Kemenag Kota Yogyakarta, capaian 15 penghargaan pada tingkat DIY tersebut menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat kualitas madrasah. Prestasi bukan sekadar ukuran keberhasilan dalam sebuah kompetisi, tetapi juga dapat menjadi pemantik budaya belajar, inovasi, dedikasi, dan peningkatan mutu yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat.(Lis)

Leave a Reply