Berita

Kankemenag Kota Yogyakarta Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV melalui Lokakarya Mobilisasi Sumber Daya Daerah

Yogyakarta (Humas) – Pranata Kerukunan Umat Beragama sekaligus Humas Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta, Zahara Emilya Girsang, S.Ag., mengikuti Lokakarya Peningkatan Kesadaran dan Mobilisasi Sumber Daya Daerah dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanggulangan HIV di Kota Yogyakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama Yayasan Victory Plus tersebut berlangsung di Hotel Santika Premiere Jogja, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 19 Yogyakarta, Rabu (19/8/2026), pukul 08.30–17.00 WIB. Kegiatan dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Lokakarya diikuti sejumlah pemangku kepentingan dari perangkat daerah, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta organisasi yang bergerak dalam isu kesehatan dan penanggulangan HIV. Kankemenag Kota Yogyakarta menjadi salah satu unsur yang diundang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV di daerah.

Peserta lainnya berasal dari Bappeda Kota Yogyakarta, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, BPBD, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Dinas Pariwisata, Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Yogyakarta, Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan, Data Officer Dinas Kesehatan, Forum CSR Kota Yogyakarta, ADINKES DIY, Koordinator SSR TB Kota Yogyakarta, Yayasan Vesta Indonesia, Yayasan Victory Plus Yogyakarta, serta Koordinator Program Support Yayasan Victory Plus Yogyakarta.

Dalam lokakarya tersebut, peserta mendapatkan penguatan kebijakan dan strategi penanggulangan HIV dari sejumlah narasumber. Agus Salim, S.E., M.A., dari Bappeda Kota Yogyakarta menyampaikan materi “Kebijakan Perencanaan dan Penganggaran dalam Penanggulangan HIV di Kota Yogyakarta.”

Materi berikutnya disampaikan Frida Noor Afifah, S.H., dari Bagian Kesra Setda Kota Yogyakarta dengan topik “Implementasi Kebijakan Penanganan Pencegahan HIV di Kota Yogyakarta.” Sementara itu, dr. Endang Sri Rahayu dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memaparkan “Kebijakan Program Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS di Kota Yogyakarta.”

Adapun Laurensia Anna dari Yayasan Victory Plus turut memberikan perspektif dari unsur masyarakat sipil dan pengalaman pendampingan dalam upaya penanggulangan HIV.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan diskusi yang memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai tantangan dalam pelaksanaan program penanggulangan HIV di Kota Yogyakarta.

Dalam pembahasan tersebut ditekankan bahwa penanggulangan HIV membutuhkan keterlibatan berbagai sektor secara berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan perencanaan dan penganggaran, pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, komunikasi publik, serta keterlibatan organisasi masyarakat dan dunia usaha. Kankemenag Dorong Pernikahan Tetap Berjalan, HIV Bukan Penghalang Akad Nikah. Keterlibatan Kankemenag Kota Yogyakarta dalam penanggulangan HIV juga telah diwujudkan melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dalam pelaksanaan skrining kesehatan bagi calon pengantin (catin) sebelum pernikahan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan berumah tangga. Skrining memberikan kesempatan kepada calon pengantin untuk mengetahui kondisi kesehatannya, memperoleh informasi yang benar, serta mendapatkan pendampingan dan layanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Dalam pelaksanaannya, hasil skrining HIV tidak menjadi alasan untuk menggagalkan atau membatalkan pernikahan. Apabila seorang calon pengantin terindikasi HIV, yang dikedepankan adalah edukasi, konseling, pendampingan, dan rujukan layanan kesehatan, sehingga calon pengantin tetap memperoleh haknya untuk melanjutkan proses pernikahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berketahanan. Informasi mengenai kondisi kesehatan pasangan perlu disampaikan secara tepat dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan stigma dan diskriminasi.

Bagi Kankemenag Kota Yogyakarta, sinergi dengan sektor kesehatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan HIV dapat dilakukan melalui pendekatan keagamaan, keluarga, dan kesehatan secara terpadu. KUA dan para penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, komunikasi pasangan, serta perilaku hidup sehat.

RTL Mengacu pada RAD Penanggulangan HIV

Pada sesi akhir, peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mengacu pada Rencana Aksi Daerah (RAD) Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penanggulangan HIV. Dengan demikian, RTL yang dihasilkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari implementasi arah kebijakan dan target penanggulangan HIV yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Penyusunan RTL menjadi langkah penting untuk memastikan hasil lokakarya dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata sesuai tugas, fungsi, kewenangan, dan kapasitas masing-masing perangkat daerah maupun mitra terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya daerah sekaligus memperkuat keberlanjutan program penanggulangan HIV.

Melalui lokakarya ini, seluruh pemangku kepentingan didorong membangun komitmen bersama dalam memperkuat pencegahan, edukasi, layanan, pendampingan, serta upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Kankemenag Kota Yogyakarta berkomitmen terus memperkuat peran keagamaan dalam upaya penanggulangan HIV dengan mengedepankan edukasi, kemanusiaan, ketahanan keluarga, serta penghormatan terhadap hak setiap warga negara. Sinergi lintas sektor yang selaras dengan RAD Pemerintah Kota Yogyakarta diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap tercapainya target penanggulangan HIV sekaligus terwujudnya masyarakat yang sehat, inklusif, dan bebas stigma di Kota Yogyakarta.[Ara]

Leave a Reply