Berita

Kankemenag Kota Yogyakarta Memantik FKUB Goes to School, Pelajar Diajak Jadi Agen Kerukunan

Yogyakarta (Humas) – Pranata Kerukunan Umat Beragama Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta yang juga Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta memantik kegiatan “FKUB Goes to School” sebagai ruang edukasi dan dialog kerukunan bagi generasi muda.

 

Kegiatan yang digelar FKUB Kota Yogyakarta tersebut berlangsung di Ruang Kawung Ricis, lantai 4 Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Jalan Hayam Wuruk, Senin (24/8/2026). Kegiatan diikuti perwakilan siswa-siswi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 15 sekolah negeri dan swasta se-Kota Yogyakarta, beserta para pendamping.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama kepada pelajar sejak dini. Melalui forum dialog, para peserta diajak memahami bahwa keberagaman agama, keyakinan, budaya, dan latar belakang merupakan realitas kehidupan yang perlu disikapi dengan saling menghormati.

Pranata Kerukunan Umat Beragama Kankemenag Kota Yogyakarta sekaligus Sekretaris FKUB Kota Yogyakarta berperan sebagai moderator sekaligus host yang memantik jalannya diskusi. Dialog dikemas secara interaktif agar para pelajar dapat menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai persoalan kerukunan yang mereka temui di lingkungan sekolah.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta, Sinta. Sementara narasumber menghadirkan Ketua FKUB Kota Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Chirzin, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta, R. Suryonugroho Aji, S.Psi.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mohammad Chirzin memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Perbedaan, menurutnya, merupakan bagian dari kehidupan yang harus disikapi secara bijak dan menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan serta persatuan.

Sementara itu, R. Suryonugroho Aji, S.Psi., memberikan perspektif kebangsaan kepada para peserta. Penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting agar generasi muda memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai potensi konflik, intoleransi, dan pengaruh yang dapat mengganggu persatuan.

Para pelajar yang hadir juga didorong untuk tidak hanya menjadi penerima pesan kerukunan, tetapi mampu mengambil peran sebagai agen kerukunan dan perdamaian di lingkungan sekolah. OSIS sebagai organisasi siswa diharapkan dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan budaya saling menghargai, bekerja sama, dan menghormati perbedaan.

Kegiatan FKUB Goes to School sekaligus menjadi bentuk sinergi antara FKUB, Kankemenag Kota Yogyakarta, Dindikpora, Bakesbangpol, sekolah, dan pelajar dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang harmonis.

Melalui kegiatan tersebut, FKUB Kota Yogyakarta berharap nilai kerukunan tidak berhenti pada ruang pertemuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang terbuka, toleran, moderat, serta memiliki komitmen untuk menjaga persatuan dan kerukunan di Kota Yogyakarta.

Kehadiran Pranata Kerukunan Kankemenag Kota Yogyakarta dalam memantik dan memandu kegiatan ini menjadi bagian dari peran strategis Kankemenag dalam menguatkan kerukunan umat beragama sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama kepada generasi muda..[Ara]

Leave a Reply