Berita

Kankemenag Kota Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi PPPK 2026

Yogyakarta (Humas) – Kementerian Agama terus memperkuat pemahaman dan komitmen aparatur sipil negara (ASN) terhadap nilai-nilai moderasi beragama dan kepedulian lingkungan. Salah satunya melalui Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Senin–Selasa (2–3/11/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., didampingi tim Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Kepegawaian. Hadir sebagai narasumber, Samsul Falak, S.S., M.Pd., dari Balai Diklat Keagamaan Semarang yang menyampaikan materi tentang Implementasi Moderasi Beragama dan Ekoteologi.

Dalam sambutannya, Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa orientasi ini memiliki arti penting bagi PPPK sebagai bagian dari proses pembentukan dan penguatan jati diri ASN Kementerian Agama. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami nilai, tanggung jawab, serta komitmen yang harus diwujudkan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Ia berharap tahapan perjalanan para PPPK dalam proses menjadi ASN dapat berjalan secara utuh dan sempurna, tidak hanya dari sisi administratif dan kedudukan kepegawaian, tetapi juga melalui penguatan wawasan, karakter, integritas, dan nilai-nilai dasar sebagai aparatur negara.

Materi moderasi beragama memberikan penguatan tentang pentingnya membangun sikap beragama yang moderat, menghargai perbedaan, menjaga toleransi, serta memperkuat komitmen kebangsaan. Sementara itu, ekoteologi mengajak peserta memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas kedinasan.

Melalui orientasi ini, diharapkan PPPK Kementerian Agama tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu menjadi ASN yang moderat, berintegritas, inklusif, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Kementerian Agama yang profesional dan berkarakter, sejalan dengan semangat menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.[Ara]

Leave a Reply