Kakan Kemenag: Uji Publik Kurikulum Jadi Langkah Strategis Wujudkan Madrasah Unggul

Yogyakarta (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menegaskan bahwa uji publik kurikulum merupakan momentum strategis untuk memastikan arah pengembangan madrasah mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan saat membuka sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Uji Publik Kurikulum Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Aula Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Kurikulum Kanwil Kemenag DIY Anita, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta beserta pengawas madrasah, jajaran guru dan tenaga kependidikan Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, serta perwakilan wali murid dan peserta didik. Forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan sebelum kurikulum diterapkan pada tahun ajaran baru.
Dalam sambutannya, Ahmad Shidqi mengaku bersyukur dapat kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah unggulan dan menjadi pilihan masyarakat dalam mempercayakan pendidikan putri-putrinya.
“Mu’allimat merupakan salah satu madrasah yang tetap eksis dan menjadi tujuan masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas di Kota Yogyakarta. Kepercayaan masyarakat ini tentu harus terus dijaga melalui peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, Mu’allimat memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak lembaga pendidikan lainnya, yakni identitas sebagai madrasah khusus putri yang memberikan ruang lebih luas dalam mengembangkan potensi peserta didik perempuan.
“Mu’allimat memiliki ciri khas yang sangat istimewa karena seluruh peserta didiknya adalah siswi. Ini menjadi kekuatan tersendiri untuk mencetak generasi perempuan yang unggul. Tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, para siswi juga mendapatkan pendidikan karakter yang menjadi nilai tambah dibandingkan lembaga pendidikan pada umumnya,” jelasnya.
Shidqi menegaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak boleh dipandang sebagai pemenuhan dokumen administratif semata, melainkan menjadi implementasi nyata dalam mewujudkan cita-cita madrasah.

“Uji publik kurikulum merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi madrasah, meningkatkan kualitas peserta didik, sekaligus menjawab kebutuhan dan harapan seluruh stakeholder madrasah,” tegasnya.
Ia kemudian menyampaikan empat hal penting yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan kurikulum. Pertama, kurikulum harus disusun secara matang dan terencana. Kedua, penyusunannya dilakukan oleh tim yang solid dan kompeten. Ketiga, hasil kurikulum harus mampu disosialisasikan dengan baik kepada seluruh pemangku kepentingan. Keempat, kurikulum harus benar-benar menjadi pedoman dalam proses pembelajaran selama satu tahun ke depan.
Selain itu, Ahmad Shidqi menekankan pentingnya mengolaborasikan kurikulum khas Muhammadiyah dengan kurikulum pemerintah beserta berbagai regulasi yang berlaku. Menurutnya, sinergi tersebut akan memperkuat identitas madrasah sekaligus memastikan proses pendidikan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia berharap Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta terus menghadirkan inovasi dan terobosan dalam mencetak generasi muslimah yang unggul.
“Program mencetak Kartini-Kartini yang salehah harus terus diwujudkan melalui berbagai inovasi pendidikan. Semoga uji publik kurikulum ini menghasilkan rumusan terbaik dan menjadi pedoman yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran selama satu tahun ke depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum tahun ajaran 2026/2027 telah melalui proses yang panjang, mulai dari tahapan review hingga akhirnya memasuki uji publik sebagai bagian dari penyempurnaan dokumen.
Menurutnya, kurikulum merupakan jantung penyelenggaraan pendidikan sehingga seluruh proses penyusunannya harus dilakukan secara cermat, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu madrasah.
“Setelah melalui proses review, hari ini kita memasuki tahapan uji publik. Kurikulum adalah jantungnya madrasah sehingga akan menjadi panduan utama dalam penyelenggaraan pendidikan selama satu tahun ke depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada Tahun Ajaran 2026/2027 Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta memfokuskan pengembangan pada tiga program prioritas, yakni peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana sebagai fondasi dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.(Nis)


