KABAR Veteran KUA Mergangsan, Belajar Al-Qur’an Bersama Pejuang di Usia Senja

Mergangsan — Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan KABAR Veteran- Kamis belajar Al Qur an bersama Veteran, yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mergangsan, Kamis (1/10/2026).
Penyuluh Agama Islam Yuni Saptantun, S.Ag. dan Hari Purnomo, S.Pd. mendatangi kediaman Mbah Dalidjan, seorang veteran TNI AL, bersama istrinya di Karangkunti, Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan.
Setibanya di rumah, penyuluh disambut dengan senyum dan suasana penuh kekeluargaan. Kegiatan kemudian diawali dengan doa bersama dan membaca Surat Al-Fatihah. Setelah itu, pembelajaran Al-Qur’an dimulai dengan menyimak bacaan Iqra jilid satu.
Satu demi satu bacaan disimak dengan penuh kesabaran. Ketika ada bacaan yang perlu diperbaiki, penyuluh mengulanginya kembali secara perlahan. Suasana belajar berlangsung santai, tanpa tekanan, namun tetap penuh semangat.
Bagi KUA Mergangsan, kegiatan KABAR Veteran bukan hanya tentang mengajarkan bacaan Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan secara jemput bola, terutama bagi para veteran yang karena faktor usia atau kondisi tertentu tidak mudah mengikuti kegiatan keagamaan di luar rumah.
Melalui pendampingan tersebut, para penyuluh berupaya membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memantapkan bacaan dan doa dalam ibadah sehari-hari, sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan dan perhatian bagi para veteran di masa senja.
Menariknya, setelah pembelajaran selesai, kegiatan tidak langsung berakhir. Penyuluh melanjutkan silaturahmi dalam suasana ramah tamah. Mbah Dalidjan dan istrinya berbagi cerita tentang perjalanan kehidupan dan pengalaman mereka di masa lalu. Para penyuluh pun menyimak dengan penuh perhatian.
Kunjungan sederhana itu menjadi perjumpaan yang bermakna. Ada Al-Qur’an yang dipelajari, ada doa yang dipanjatkan, dan ada kisah perjuangan yang kembali dikenang.
Melalui KABAR Veteran, KUA Mergangsan terus berupaya menghadirkan bimbingan agama yang dekat dengan masyarakat. Sebab, di setiap usia selalu ada kesempatan untuk belajar, beribadah, bersilaturahmi, dan menjaga cahaya Al-Qur’an dalam kehidupan.(HP)



