Berita

Humas Kemenag Kota Jogja Perkuat Publikasi KUA, Dorong Layanan Makin Berdampak

Yogyakarta (Humas) — Komitmen menghadirkan layanan keagamaan yang semakin profesional, terbuka, dan berdampak terus diperkuat Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Melalui monitoring terpadu lintas unit, Kemenag Kota Yogyakarta melakukan pembinaan dan evaluasi di KUA Mantrijeron dan KUA Ngampilan, Senin (13/7/26). Kegiatan ini melibatkan unsur Seksi Bimas Islam, Unit Kepegawaian, Pengelola Barang Milik Negara (BMN), Keuangan, serta Humas sebagai upaya memastikan kualitas tata kelola dan pelayanan KUA berjalan optimal.

Masing-masing unit melakukan monitoring sesuai bidangnya, mulai dari administrasi layanan, pengelolaan kepegawaian, pengelolaan BMN, tata kelola keuangan, hingga layanan informasi dan publikasi. Sinergi lintas unit tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam menghadirkan layanan yang semakin akuntabel, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pada aspek kehumasan, Tim Humas melakukan monitoring terhadap pengelolaan layanan informasi publik dan media sosial KUA. Selain melakukan evaluasi, tim juga memberikan pendampingan mengenai strategi publikasi agar informasi layanan semakin mudah diakses masyarakat.

Pranata Humas Kemenag Kota Yogyakarta, Nismatun Dian Islami, menegaskan bahwa pengelolaan media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik. Menurutnya, perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi harus diimbangi dengan manajemen media sosial yang lebih terencana.

“Manajemen media sosial sangat penting karena saat ini masyarakat banyak mengakses layanan informasi melalui media sosial. Karena itu, setiap KUA perlu memiliki timeline atau kalender konten sebagai panduan publikasi agar informasi dapat tersampaikan secara rutin, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Nisma juga mendorong agar KUA lebih banyak menghadirkan konten yang berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, informasi mengenai layanan umum, kepenyuluhan, dan kepenghuluan perlu diperbanyak dengan kemasan yang informatif, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.

“Konten yang dipublikasikan jangan hanya berupa dokumentasi kegiatan. Informasi layanan yang edukatif dan menjawab kebutuhan masyarakat justru harus menjadi prioritas sehingga kehadiran media sosial benar-benar memberikan manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Arif Mahfud, mengajak seluruh kontributor berita di lingkungan KUA agar semakin aktif mempublikasikan berbagai kegiatan dan inovasi layanan.

Menurutnya, setiap program yang dilaksanakan KUA merupakan praktik baik yang layak diketahui masyarakat sekaligus menjadi sarana membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan Kementerian Agama.

“Kami berharap kontributor berita di KUA semakin aktif memberikan kontribusi pemberitaan. Publikasi yang konsisten akan memperkuat citra KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat,” ujar Arif.

Kegiatan monitoring tersebut mendapat apresiasi dari jajaran KUA yang dikunjungi. Kepala KUA Mantrijeron menyambut baik kegiatan monitoring terpadu tersebut dan menilai berbagai masukan yang diberikan akan menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia berharap hasil monitoring tidak berhenti sebagai bahan evaluasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dalam mewujudkan layanan KUA yang semakin baik, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Senada dengan itu, Kepala KUA Ngampilan menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh tim monitoring Kemenag Kota Yogyakarta.

“Semoga monitoring ini memberikan dampak positif, baik dari sisi administrasi maupun pelayanan di KUA Ngampilan. Tentu ada berbagai catatan hasil monitoring yang akan menjadi bahan perbaikan layanan kami ke depan. Terima kasih atas monitoring ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Ngampilan juga memperkenalkan inovasi Program SAMBAS (Sambangi Masjid). Program ini diwujudkan melalui kegiatan salat Asar berjamaah, ramah tamah, serta dialog bersama jamaah sebagai media menyerap aspirasi sekaligus mendekatkan layanan KUA kepada masyarakat.

Program tersebut telah diawali di Masjid Al Amin Notoprajan dan dijadwalkan berlanjut di Masjid Adzzakirin. Dengan jumlah 19 masjid di wilayah Kapanewon Ngampilan, KUA menargetkan seluruh masjid dapat dikunjungi hingga akhir triwulan tahun ini.

Melalui monitoring terpadu lintas unit ini, Kementerian Agama Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Di sisi kehumasan, penguatan strategi komunikasi, pengelolaan media sosial, serta publikasi layanan diharapkan mampu menghadirkan KUA yang semakin informatif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.(Nis)