Harta, Kekuasaan, dan Anak Bukan Jaminan, Cahaya Mimbar Ajak Jamaah Memaknai Amanah

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Harta boleh melimpah, kekuasaan bisa berada di tangan, dan anak dapat menjadi kebanggaan. Namun, semua itu bukan jaminan keselamatan apabila tidak digunakan untuk kebaikan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, S.Sos.I., melalui program Cahaya Mimbar di Masjid Wakaf Patangpuluhan, Selasa (22/9/2026).
Mengangkat Surah Al-Lahab ayat 1–2, Eko mengajak jamaah memahami pesan Al-Qur’an tidak sekadar sebagai kisah masa lalu, tetapi sebagai cermin untuk kehidupan hari ini. Ia menjelaskan sebab turunnya Surah Al-Lahab sekaligus mengajak jamaah mengambil pelajaran dari sosok Abu Lahab yang memiliki kedudukan, harta, dan keluarga, tetapi semua itu tidak mampu menyelamatkannya karena tidak digunakan dalam jalan kebaikan.
Menurut Eko, apa pun yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan amanah. Karena itu, ukuran kebermanfaatannya bukan semata-mata seberapa banyak yang dimiliki, melainkan bagaimana seseorang menggunakannya.
“Yang kita miliki adalah amanah. Nilainya terletak pada bagaimana digunakan untuk kebaikan dan kemanfaatan,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat sederhana bagi jamaah bahwa kehidupan tidak hanya tentang mengumpulkan harta, mengejar kedudukan, atau membanggakan keluarga. Lebih dari itu, setiap nikmat akan memiliki makna ketika menghadirkan manfaat bagi sesama.
Melalui Cahaya Mimbar, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan terus menghadirkan pesan-pesan Al-Qur’an dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian tidak berhenti pada pemahaman ayat, tetapi diarahkan menjadi refleksi agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat hadir dalam sikap dan perilaku sehari-hari.[ekoAW]



