Berita

Guru MAN 1 Yogyakarta Lolos Program Belajar Budaya Baduy

Lebak (MAN 1 Yogya) – Guru Sejarah MAN 1 Yogyakarta, Suci Ambar Wati, berhasil lolos dalam program Belajar Budaya Baduy yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII Banten. Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal secara langsung kehidupan, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten.

 

Program Belajar Budaya Baduy diawali dengan proses seleksi yang diikuti 540 peserta dari berbagai daerah. Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 40 peserta dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan secara langsung di wilayah adat Baduy. Suci menjadi salah satu peserta yang terpilih sekaligus tercatat sebagai peserta dengan asal daerah paling jauh, yaitu dari Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan peserta secara langsung oleh Judi Wahjudin, S.S., M.Hum., Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI di halaman Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Banten. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai kehidupan dan kebudayaan masyarakat Baduy.

 

Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal kehidupan masyarakat Baduy, mulai dari adat istiadat, tradisi, kearifan lokal, hingga nilai-nilai kehidupan yang masih dipertahankan hingga kini. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dengan mengamati lingkungan dan berinteraksi dalam suasana kehidupan masyarakat Baduy, seperti belajar membuat gula aren, belajar bermain angklung buhun, dan juga belajar membuat tas koja dan gelang khas Baduy. Serunya, peserta dibagi beberapa kelompok untuk menginap di rumah warga untuk merasakan semalam menjadi warga Baduy.

 

Selain mengikuti rangkaian pembelajaran, peserta juga mendapatkan tugas untuk membuat konten mengenai pengalaman dan pembelajaran selama mengikuti program yang diupload di instagram maupun tiktok. Konten tersebut menjadi sarana untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan pengetahuan mengenai budaya Baduy kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat turut menyampaikan nilai-nilai budaya dengan cara yang kreatif dan relevan.

 

Kepala MAN 1 Yogyakarta, H Edi Triyanto S.Ag, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Suci Ambarwati dalam mengikuti program tersebut. “Kami menyambut baik kesempatan yang diperoleh Ibu Suci untuk mengikuti Belajar Budaya Baduy. Pengalaman belajar secara langsung dari masyarakat adat tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga. Semoga apa yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri dan kompetensi, serta dapat dibagikan kepada warga madrasah sehingga semakin menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar mengenal tradisi, pengalaman belajar di Baduy memberikan ruang untuk memahami nilai-nilai kehidupan yang sederhana, selaras dengan alam, serta menjunjung kebersamaan dan menjaga warisan leluhur. Nilai-nilai tersebut menjadi pembelajaran yang dapat dibawa pulang dan dikenalkan kembali di lingkungan madrasah maupun masyarakat, sebagai bagian dari upaya menjaga kebudayaan Indonesia agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. (saw)

Leave a Reply