Dari Balik Jeruji, Lahir Mentor Al-Qur’an: Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Cetak Agen Penyeru Umat

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Peran Penyuluh Agama Islam sebagai agen penyeru umat kembali diwujudkan melalui pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan. Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, menjadi narasumber dalam Pelatihan Mentor atau Pendamping Ustadz Iqra dan Al-Qur’an yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 warga binaan yang telah melalui proses seleksi dan dinilai memiliki kemampuan serta komitmen untuk menjadi mentor atau pendamping ustadz. Mereka dipersiapkan agar mampu mendampingi sesama warga binaan dalam pembelajaran membaca Iqra dan Al-Qur’an, sehingga proses pembinaan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak peserta secara berkelanjutan melalui pendekatan pembelajaran sebaya (peer learning).
Dalam pelatihan tersebut, Eko Agus Wibowo membekali peserta dengan metode pembelajaran Iqra mulai jilid 1 hingga jilid 6. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan huruf hijaiyah, bacaan pendek dan panjang, harakat, tanwin, qalqalah, mad, waqaf, hingga pengenalan fawatihus suwar. Agar mudah dipahami, penyampaian materi dipadukan dengan simulasi mengajar, praktik langsung, serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
“Seorang mentor bukan hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga harus memahami metode mengajarkannya secara benar, sabar, dan bertahap agar peserta didik mudah menerima pelajaran,” ujar Eko Agus Wibowo.
Pendamping kegiatan keagamaan Rutan Kelas IIA Yogyakarta, Heri, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, pembekalan metode mengajar menjadi bekal penting bagi warga binaan yang dipercaya sebagai mentor sehingga mereka dapat membantu proses pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an secara efektif. Dengan adanya mentor dari kalangan warga binaan sendiri, diharapkan semakin banyak penghuni rutan yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru mengenai teknik mengajar Iqra dan Al-Qur’an sekaligus semakin percaya diri untuk mendampingi teman-teman sesama warga binaan dalam belajar membaca Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan kembali menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang berdampak. Pembinaan tidak hanya menyentuh masyarakat di luar lembaga pemasyarakatan, tetapi juga memberdayakan warga binaan sebagai agen-agen penyeru umat yang mampu menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an, memperkuat karakter religius, dan menghadirkan harapan baru bagi proses pembinaan serta reintegrasi sosial mereka.[ekoAW]


