DWP Kankemenag Kota Yogyakarta Salurkan 15 Tangki Air Bersih untuk Warga Dlingo

Dlingo (Humas) – Kepedulian kepada masyarakat yang menghadapi kekeringan terus digerakkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Kamis (17/9/2026), Ketua DWP Kankemenag Kota Yogyakarta, Hj. Eni Kartikasari, M.Sc., bersama pengurus menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 15 tangki kepada warga Dusun Badian, Jatimulyo, Dlingo, Kabupaten Bantul.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Eni didampingi Rois Musyadad, V. Tatik Trijatingsih, Nuzuliyati Shoimah, Nuriyah Syafaatun, dan Zahara Emilya Girsang. Kehadiran jajaran pengurus DWP tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan air bersih ini merupakan bentuk empati DWP Kankemenag Kota Yogyakarta kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Air yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kami kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan air bersih akibat kemarau. Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Hj. Eni.
Bantuan sebanyak 15 tangki tersebut bersumber dari dana yang dihimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kankemenag Kota Yogyakarta. Penyaluran ini sekaligus menjadi wujud nyata pemanfaatan dana umat agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran rombongan DWP Kankemenag Kota Yogyakarta disambut Dukuh Badian, Heri. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Dusun Badian.
Di tengah kemarau, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi warga. Ketika sumber air mulai terbatas, hadirnya bantuan 15 tangki air menjadi bentuk kepedulian yang langsung dirasakan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Kankemenag Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti di lingkungan kedinasan. Kepedulian dapat diwujudkan melalui aksi nyata, berbagi, dan hadir bersama masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial, dengan harapan manfaat dana umat dapat terus mengalir dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat secara nyata.[Ara]


