Duo Lentera Semarakkan Pembukaan STQH Kota Yogyakarta 2026

Yogyakarta (Humas) — Suasana pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 semakin semarak dengan penampilan “Duo Lentera” pada Sabtu (5/9/2026). Penampilan tersebut berlangsung di Gedung Grha Pandawa, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jalan Kenari, Yogyakarta, dengan iringan musik dari elekton musik Kankemenag Kota Yogyakarta.

Duo Lentera yang beranggotakan Ismiati, S.Ag, Penyuluh Agama Islam KUA Jetis, dan Yusfita Handayani, S.Pd, Penyuluh Agama Islam KUA Kraton, tampil membawakan sejumlah lagu sholawat dan tembang rohani bernapaskan Islam. Penampilan keduanya menghadirkan nuansa religius sekaligus memberikan warna tersendiri dalam rangkaian pembukaan STQH Kota Yogyakarta 2026.
Menariknya, Duo Lentera merupakan kolaborasi dua Penyuluh Agama Islam yang sebelumnya telah menunjukkan kemampuan olah vokal dalam ajang lomba karaoke yang diselenggarakan Kankemenag Kota Yogyakarta pada rangkaian kegiatan Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia beberapa waktu lalu. Yusfita dan Ismiati berhasil meraih prestasi dalam ajang tersebut, yang kemudian menjadi salah satu momentum yang mempertemukan keduanya dalam kolaborasi musik bernama Duo Lentera.
Dengan kemampuan vokal yang telah teruji, keduanya kembali tampil di panggung yang berbeda. Kali ini, lagu-lagu sholawat dan tembang rohani bernapaskan Islam dipilih untuk mengiringi semarak pembukaan STQH. Dengan demikian, hiburan yang disuguhkan tidak sekadar memberikan suasana meriah, tetapi juga membawa pesan dan nuansa syiar Islam.
Alunan musik dan lantunan sholawat turut mengantarkan suasana pembukaan menjadi lebih khidmat sekaligus meriah. Kehadiran Duo Lentera menjadi bagian dari upaya menghadirkan syiar Islam melalui seni dan musik yang dekat dengan masyarakat.
Melalui lantunan lagu bernuansa Islami, pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan dengan cara yang ringan, menarik, dan menghibur. Seni musik menjadi salah satu media kreatif untuk memperkuat syiar sekaligus membangun suasana positif dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Penampilan Duo Lentera juga menunjukkan bahwa Penyuluh Agama Islam tidak hanya berperan dalam pembinaan dan penyuluhan keagamaan, tetapi memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas dan talenta seni sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung berbagai kegiatan Kementerian Agama.
Penampilan Duo Lentera semakin lengkap dengan dukungan elekton musik Kankemenag Kota Yogyakarta, yang menghadirkan Drs. Sapta Sarjana sebagai player/praktisi musik dan Zahara Emilya Girsang, S.Ag., sebagai event organizer musik. Kolaborasi tersebut turut menghidupkan suasana pembukaan dan mengantarkan lantunan sholawat serta tembang rohani dengan harmonis.
Penampilan Duo Lentera mendapat sambutan hangat dari peserta dan tamu undangan yang hadir dalam pembukaan STQH Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026. Dua penyuluh, dua suara, satu semangat: menghadirkan syiar melalui harmoni dan kreativitas. [Humas]



