Berita

Dua Tanah Wakaf Diikrarkan di KUA Mergangsan, Langkah Mulia Menjaga Amanah Umat Sepanjang Masa

Yogyakarta, Kamis (30/7/2026) – Suasana khidmat menyelimuti Aula KUA Kemantren Mergangsan saat berlangsung prosesi ikrar wakaf dua bidang tanah yang berada di wilayah Wirogunan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam mengabadikan sebagian hartanya untuk kepentingan agama dan kemaslahatan umat.

Dua bidang tanah yang diwakafkan berasal dari Bapak Hasan Basalamah, yaitu tanah yang terletak di sebelah utara Masjid Al Hufadz Wirogunan, serta Bapak Suwandi yang mewakafkan tanah di sebelah selatan Masjid Al Ikhlas Wirogunan. Kedua wakaf tersebut diterima oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta sebagai nazhir yang diwakili oleh Ketua PDM Kota Yogyakarta, Ustadz Aris Madani, S.Pd.I, M.SI.

Pelaksanaan ikrar wakaf dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kemantren Mergangsan, Jaenal Sarifudin, S.H.I., M.S.I., selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Masing-masing prosesi dihadiri oleh dua orang saksi sebagai pemenuhan syarat administrasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang wakaf.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Kemantren Mergangsan menegaskan bahwa ikrar wakaf bukan sekadar memenuhi prosedur administrasi, tetapi merupakan ikhtiar menjaga amanah para pewakaf agar memiliki kekuatan hukum yang jelas. Melalui Akta Ikrar Wakaf (AIW), harta wakaf memperoleh perlindungan hukum sehingga tidak mudah menimbulkan sengketa maupun berpindah kepemilikan di kemudian hari.

Selain menjadi dasar penerbitan sertifikat tanah wakaf, AIW juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tertib administrasi perwakafan. Dengan administrasi yang tertata, aset wakaf dapat dikelola secara amanah dan produktif oleh nazhir untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

KUA Kemantren Mergangsan terus mengajak masyarakat yang akan mewakafkan hartanya agar melaksanakan ikrar wakaf melalui prosedur resmi di KUA. Langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap aset umat sekaligus memastikan manfaat wakaf dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Kemantren Mergangsan, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dalam menjaga amanah wakaf demi kemaslahatan umat.(HP)

Leave a Reply