Digitalisasi TBQ, Kemenag Jogja Perkuat Gerakan Tuntas Baca Al-Qur’an

Yogyakarta (PAIS) — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi peserta didik sekolah dasar melalui Pembelajaran Digital untuk Mendukung Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) Tahun 2026, Rabu 23/7/20/6. Kegiatan yang digelar di Aula 1 Kantor Kemenag Kota Yogyakarta ini diikuti Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam dari 14 kemantren serta Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kemenag Kota Yogyakarta untuk menyinergikan peran Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan Penyuluh Agama Islam dalam mewujudkan target peserta didik jenjang Sekolah Dasar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik sebelum lulus. Melalui pemanfaatan pembelajaran berbasis digital, proses pendampingan diharapkan menjadi lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menegaskan bahwa program Tuntas Baca Al-Qur’an bukan sekadar program pembelajaran, tetapi merupakan investasi membangun kualitas sumber daya manusia muslim sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan pemahaman keagamaan generasi masa depan.

Ia menyampaikan bahwa kondisi kemampuan BTQ di kalangan siswa sekolah dasar masih memerlukan perhatian serius. Karena itu, diperlukan langkah nyata melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari guru PAI, penyuluh agama, hingga sekolah dan orang tua.
“Program ini lahir dari rasa keprihatinan bersama. Dengan metode pembelajaran digital, proses pendampingan akan lebih mudah dilakukan, materi dapat tersampaikan secara sistematis, dan perkembangan peserta didik dapat dipantau secara berkelanjutan. Ini adalah ikhtiar bersama agar anak-anak kita tidak jauh dari Al-Qur’an,” ujarnya.
Kepala Kantor juga menekankan bahwa keberhasilan program TBQ hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak memiliki rasa tanggung jawab yang sama. Ia mengajak guru dan penyuluh tidak sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan menghadirkan pengabdian yang dilandasi keikhlasan, kepedulian, dan orientasi kemaslahatan umat.
Menurutnya, program ini akan terus dievaluasi sebagai dasar pengembangan inovasi layanan pembelajaran Al-Qur’an di Kota Yogyakarta. Jika terbukti efektif, model kolaborasi digital tersebut akan terus dikawal dan dikembangkan sehingga mampu menjawab tantangan rendahnya kemampuan baca Al-Qur’an di kalangan peserta didik.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Fariq Nur Rokhim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan forum sinkronisasi program antara KKG GPAI dan Pokjaluh dalam mendukung implementasi Tuntas Baca Al-Qur’an di sekolah dasar. Selain menyamakan metode pembelajaran, forum ini juga membahas mekanisme pendampingan digital, pemantauan hasil belajar, serta penguatan implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang selaras dengan pembentukan karakter religius peserta didik.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan berbagai masukan untuk penyempurnaan program, di antaranya perlunya penyamaan materi pembelajaran TBQ, penjadwalan pendampingan yang lebih teratur, pengaturan durasi pembelajaran privat, hingga penyediaan bahan ajar yang seragam. Pokjaluh juga memaparkan hasil pemetaan kebutuhan yang menunjukkan masih terdapat puluhan sekolah dasar yang memerlukan pendampingan intensif sehingga diperlukan penguatan kolaborasi antara GPAI dan penyuluh.

Forum juga menyepakati pentingnya pengaturan pembelajaran Al-Qur’an secara rutin, optimalisasi grup komunikasi antarpendidik, serta pelibatan orang tua dalam mendukung kehadiran dan proses belajar siswa sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui penguatan sinergi, digitalisasi pembelajaran, dan evaluasi berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Yogyakarta optimistis Program Tuntas Baca Al-Qur’an akan menjadi gerakan bersama yang mampu meningkatkan literasi Al-Qur’an peserta didik sejak jenjang dasar sekaligus memperkuat karakter generasi yang religius, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Titik)


