Delapan Murid MAN 1 Yogyakarta Disiapkan Jadi Agen Perubahan Melalui Peer Educator Nasional

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Delapan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan Peer Educator Bimbingan Remaja tingkat nasional yang digelar Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.
Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat, tersebut menjadi wadah pembentukan generasi muda yang mampu memberikan edukasi positif kepada teman sebaya, khususnya terkait pencegahan perkawinan anak dan penguatan karakter remaja Islami.
Delapan murid MAN 1 Yogyakarta yang mengikuti program tersebut yakni Nasya Princessa Kahla, Empu Esa Sasikirana, Shifwah Isytiyaq Tsabita, Nafeeza Berlianisita Flosavian, Aryasatya Rasyid Pratomo, Zavier Ramadhana Rusandri, Muhammad Faris El-Firdausi, dan Muhammad Irhab Arfa Rahman.
Mereka didampingi guru MAN 1 Yogyakarta, Muhammad Amin, S.Ag., M.A., dalam mengikuti rangkaian pembinaan bersama peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari Instruktur Nasional Bimbingan Remaja, Sugeng Widodo atau Paman Dodo, dan Nurmey Nurul atau Bunda Mey.

Materi yang diberikan meliputi konsep remaja sehat, keterampilan mengolah diri, hingga simulasi menjadi Peer Educator. Pelatihan dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan dunia remaja melalui metode yang interaktif dan komunikatif.
“Metode yang digunakan jelas lebih friendly, informal, dan cair,” ujar instruktur dalam kegiatan tersebut.
Melalui pembinaan ini, para murid diharapkan mampu menjadi penghubung edukasi di lingkungan sekolah maupun komunitas. Mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang mudah diterima oleh teman seusianya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keterlibatan para murid dalam program nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
“Keikutsertaan murid MAN 1 Yogyakarta dalam program Peer Educator menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan karakter kepemimpinan, kepedulian, dan kemampuan komunikasi mereka. Mereka tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga dipersiapkan memberi manfaat bagi teman-temannya,” tandas Edi.
Ia berharap para murid dapat meneruskan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dan mengimplementasikannya di lingkungan madrasah.
“Harapannya, mereka dapat menjadi sahabat sebaya yang mampu memberikan ruang aman bagi teman-temannya untuk berdiskusi, berbagi persoalan, dan mendapatkan informasi yang benar mengenai masa depan mereka,” tambahnya.
Dengan hadirnya Peer Educator dari kalangan pelajar, MAN 1 Yogyakarta turut berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya pendidikan, kesehatan, kesiapan masa depan, dan perlindungan terhadap hak-hak anak. (dee)



