Dari Mimbar ke Hati Umat, Penyuluh KUA Wirobrajan Tebar Pesan Damai di Bulan Haram

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Komitmen menghadirkan bimbingan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat terus diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan melalui program Cahaya Mimbar. Pada Kamis (18/6/2026), kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kembali dilaksanakan di Masjid Al Hidayah, Wirobrajan, seusai salat Zuhur berjamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Agus Saiful Bahri, menyampaikan tausiah bertema pentingnya berlaku adil dan menjauhi segala bentuk kezaliman terhadap sesama. Materi yang disampaikan dikaitkan dengan momentum bulan haram yang memiliki nilai luhur dalam ajaran Islam sebagai bulan yang mengajarkan perdamaian, penghormatan terhadap kehidupan, dan penguatan hubungan sosial.
Menurut Agus, bulan haram menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bulan haram adalah zona damai. Ia mengajarkan bahwa syariat Islam bukan hanya tentang ibadah vertikal, tetapi juga menjaga harmoni horizontal; tidak menumpahkan darah, tidak melukai hati, dan tidak merusak hubungan. Inilah saat yang tepat untuk memulai lembaran baru, bukan dengan resolusi kosong, tetapi dengan tekad nyata untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Jamaah Masjid Al Hidayah menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengikuti tausiah dengan antusias karena materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan kehidupan sehari-hari serta memberikan motivasi untuk terus menebarkan kebaikan dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Program Cahaya Mimbar merupakan salah satu inovasi layanan keagamaan KUA Wirobrajan yang bertujuan mendekatkan penyuluh dengan masyarakat melalui penyampaian pesan-pesan moderasi beragama, perdamaian, dan penguatan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Melalui program ini, KUA Wirobrajan berharap pesan-pesan agama tidak hanya terdengar dari mimbar, tetapi juga mampu menggerakkan hati umat untuk mengamalkan nilai keadilan, kedamaian, dan kemaslahatan dalam kehidupan sehari-hari.[ekoAW]



