Dari Lapak ke Majelis, Semangat Kartini Hidup di Pasar Serangan

Yogyakarta — Di tengah hiruk pikuk aktivitas jual beli, semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” ala Raden Ajeng Kartini justru semakin terasa di Pasar Serangan, Rabu (29/4/2026). Para pedagang yang mayoritas perempuan memanfaatkan sela waktu berdagang untuk belajar dalam Majelis Taklim Cinta Qur’an (MTCQ).
Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Rochimatullaili dan Titi Patiha, hadir mendampingi dengan bimbingan dan penyuluhan yang hangat serta membumi. Meski tidak meninggalkan lapak terlalu lama, para pedagang tetap antusias mengikuti pembelajaran, menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak terhalang oleh kesibukan.
Suasana sederhana namun sarat makna ini menjadi bukti bahwa perempuan dapat terus berdaya melalui ilmu. Dari ruang pasar yang dinamis, tumbuh semangat perubahan—bahwa belajar tidak dibatasi oleh tempat dan waktu, melainkan oleh kemauan dan tekad.
Kegiatan ini menjadi cerminan nyata peran penyuluh agama yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan harapan dan motivasi. Di antara aktivitas transaksi dan tawar-menawar, terselip semangat untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, religius, dan berdaya.[ekoAW]



