Berita

Dakwah Tak Berhenti di Mimbar, Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Hadir Menguatkan Pasien di Rumah Sakit

YOGYAKARTA – Dakwah tidak hanya dilakukan dari mimbar masjid atau majelis taklim. Wujud nyata pelayanan keagamaan juga hadir di ruang-ruang perawatan rumah sakit, menguatkan mereka yang tengah berjuang melawan sakit. Semangat inilah yang ditunjukkan Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, saat menjalankan tugas sebagai rohaniawan di RS Wirosaban Kota Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).

Dalam tugasnya, Eko memberikan bimbingan rohani, pendampingan spiritual, serta memimpin doa bagi pasien dan keluarga yang mendampingi. Kehadirannya menjadi bagian dari pelayanan keagamaan yang memberikan penguatan batin di tengah proses pengobatan.

Menurut Eko, kesembuhan tidak hanya diupayakan melalui ikhtiar medis, tetapi juga diperkuat dengan ketenangan jiwa, doa, dan keyakinan kepada Allah SWT. Karena itu, ia mengajak pasien dan keluarga untuk tetap bersabar, memperbanyak doa, serta memelihara harapan dan optimisme.

“Ikhtiar terbaik adalah memadukan usaha lahir dengan doa. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran kepada keluarga yang mendampingi, mengangkat penyakit yang diderita, serta menganugerahkan kesembuhan dan kesehatan kepada seluruh pasien,” tuturnya saat memberikan pendampingan.

Ia menambahkan bahwa musibah sakit merupakan ujian yang dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan hati yang tenang dan keyakinan yang kuat, pasien diharapkan memiliki semangat untuk menjalani proses pengobatan hingga meraih kesembuhan.

Pelayanan kerohanian di rumah sakit merupakan salah satu bentuk pengabdian Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran penyuluh di tengah pasien dan keluarga diharapkan mampu menghadirkan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan harapan di tengah masa sulit.

Pengabdian tersebut sekaligus menegaskan bahwa peran penyuluh agama tidak terbatas pada kegiatan dakwah di masjid atau forum keagamaan. Lebih dari itu, penyuluh hadir di berbagai ruang pelayanan publik sebagai sahabat umat yang membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menguatkan hati, menebarkan kasih sayang, dan menghadirkan harapan bagi setiap insan yang membutuhkan.[ekoAW]