Berita

Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta Bentuk Pengurus Majelis Taklim Periode 2026–2029

Yogyakarta, 24 September 2026 — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menyelenggarakan kegiatan Pembentukan Pengurus Majelis Taklim Tingkat Kota Yogyakarta Periode 2026–2029, Kamis (24/9).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pendataan Majelis Taklim se-Kota Yogyakarta yang diinisiasi oleh Bimas Islam dengan melibatkan para Penyuluh Agama Islam dan jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) di 14 kemantren.

Hingga saat ini, telah terdata sebanyak 173 Majelis Taklim yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta. Pendataan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun database sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dengan Majelis Taklim sebagai salah satu mitra strategis dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Yogyakarta, H. M. Tahrir, SE., MM, menyampaikan bahwa keberadaan pengurus Majelis Taklim tingkat kota diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antar-Majelis Taklim sekaligus menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam melaksanakan pembinaan keagamaan di masyarakat.

“Majelis Taklim memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, diperlukan wadah koordinasi yang dapat memperkuat komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antara Majelis Taklim dengan Kementerian Agama,” ungkapnya.

Dalam proses pembentukan pengurus, H. Taufik dari Wirobrajan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Majelis Taklim Kota Yogyakarta Periode 2026–2029.
Setelah penetapan ketua, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan struktur kepengurusan Majelis Taklim Kota Yogyakarta Periode 2026–2029. Proses penyusunan kepengurusan dipandu langsung oleh Tim Bimas Islam dengan mempertimbangkan keterwakilan wilayah serta kebutuhan bidang dalam mendukung program kerja Majelis Taklim.

H. M. Tahrir juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru tersebut. Ia berpesan agar seluruh pengurus menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.
“Menjadi pengurus Majelis Taklim bukan semata-mata tentang jabatan, tetapi merupakan amanah dan bagian dari khidmah kepada masyarakat. Karena itu, mari dijalankan dengan ikhlas, amanah, dan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Ia berharap kepengurusan yang terbentuk dapat menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam mengembangkan Majelis Taklim, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta memperkuat peran Majelis Taklim dalam membangun masyarakat Kota Yogyakarta yang religius, moderat, dan berakhlak.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 14 wilayah kemantren di Kota Yogyakarta serta para PIC Majelis Taklim dari masing-masing KUA. Dengan terbentuknya kepengurusan tingkat kota, diharapkan koordinasi dan komunikasi antar-Majelis Taklim dapat semakin terarah serta program pembinaan keagamaan dapat dilaksanakan secara lebih sinergis dan berkelanjutan.(Iwan)

Leave a Reply