Bahagia Tak Selalu Soal Banyak: Qana’ah Jadi Kunci

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Di tengah kehidupan yang kerap menjadikan harta, jabatan, dan popularitas sebagai ukuran kebahagiaan, sifat qana’ah justru mengajarkan manusia untuk menemukan ketenangan dengan mensyukuri rezeki yang halal dan cukup. Kebahagiaan sejati bukan semata tentang memiliki lebih banyak, tetapi tentang hati yang mampu menerima dan mensyukuri karunia Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Agus Saiful Bahri, S.Ag., M.S.I., dalam program Cahaya Mimbar di Masjid Al Hidayah Wirobrajan, Kamis (3/9/2026).
Mengangkat hadis “qad aflaha man aslama” yang bersumber dari Shahih Muslim, Agus menjelaskan tiga kunci kebahagiaan dan keberuntungan dalam kehidupan, yakni mendapatkan hidayah Islam, memperoleh rezeki yang cukup, dan memiliki sifat qana’ah, yaitu merasa cukup serta rida atas karunia Allah SWT.
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah dengan apa yang diberikan padanya.”
Menurut Agus, pesan hadis tersebut sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Ukuran kebahagiaan tidak cukup hanya dilihat dari materi, jabatan, maupun banyaknya relasi. Kebahagiaan juga bersemayam dalam hati yang bersyukur serta rezeki yang diperoleh melalui jalan yang halal dan baik.
Ia menegaskan bahwa qana’ah bukan berarti berhenti berusaha atau pasrah tanpa ikhtiar. Sebaliknya, seseorang tetap dituntut untuk berusaha secara maksimal, kemudian menerima hasil yang diperoleh dengan penuh syukur dan rida kepada Allah SWT.
Melalui program Cahaya Mimbar, jamaah diajak untuk tidak hanya mengejar “lebih banyak”, tetapi juga belajar merasakan “lebih cukup”. Sebab, ketika hati mampu bersyukur, sesuatu yang sedikit dapat terasa cukup, sementara sesuatu yang banyak akan menjadi penuh berkah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu hadir dari seberapa banyak yang dimiliki, melainkan dari seberapa mampu hati menerima, mensyukuri, dan menikmati karunia Allah SWT dengan penuh qana’ah.[ekoAW]



