ADAB DULU, BARU ILMU! Penyuluh KUA Wirobrajan Gaungkan Pentingnya Unggah-Ungguh Lewat RRI Yogyakarta

Dakwah tak mengenal sekat. Melalui siaran keagamaan berbahasa Jawa, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, S.Sos.I., terus berupaya mendekatkan pesan-pesan Islam kepada masyarakat dengan mengangkat nilai-nilai luhur budaya dan tuntunan agama.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rekaman siaran Agama Islam berbahasa Jawa di RRI Yogyakarta Programa 4, Selasa (3/11/2026), bertempat di Studio RRI Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, Eko mengangkat tema “Sinau Adab utawi Unggah-Ungguh”.
Dalam materinya, Eko mengajak masyarakat untuk kembali menyadari pentingnya pendidikan adab atau budi pekerti sebagai fondasi dalam kehidupan. Menurutnya, kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan akhlak yang baik.
Ia menjelaskan bahwa adab merupakan ilmu untuk menata lisan, menjaga sikap, menempatkan sesuatu sesuai kedudukannya, serta memilih perkataan dan tindakan secara tepat agar terhindar dari kesalahan dan kekeliruan.
Mengutip pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Madarijus Salikin, Eko menekankan bahwa adab bukan sekadar pelengkap ilmu, melainkan bagian penting yang harus dipelajari sebelum seseorang mendalami ilmu pengetahuan.
“Adab menika kedah dipunsinau rumiyin sakderengipun sinau ilmu. Amargi kanthi adab ingkang sae, proses nampi ilmu badhe langkung gampil lan ilmu ingkang dipunpikantuk saged langkung migunani,” pesannya.
Lebih lanjut, Eko menguatkan materi dengan landasan Al-Qur’an, yakni QS. Al-Jumu’ah ayat 5 yang memberikan pelajaran tentang pentingnya mengamalkan ilmu, serta QS. Ali Imran ayat 159 yang mengajarkan kelembutan, sikap pemaaf, dan musyawarah dalam membangun hubungan antarsesama.
Menurutnya, pesan tentang adab dan unggah-ungguh semakin relevan di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Kemajuan zaman dan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan karakter, kesantunan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui dakwah berbahasa Jawa, Eko berharap nilai-nilai Islam semakin dekat dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali budaya unggah-ungguh sebagai bagian dari kekayaan karakter bangsa.
Siaran tersebut dijadwalkan hadir pada Selasa, 3 November 2026, pukul 17.00–17.25 WIB melalui RRI Programa 4 Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan dalam menghadirkan dakwah yang edukatif, komunikatif, dan berdampak. Sebab, ilmu akan semakin bermakna ketika dihiasi adab, dan dakwah akan semakin membumi ketika disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan umat.[ekoAW]



