KUA Tegalrejo Bekali Siswa SMAN 2 Cegah Pernikahan Dini

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Tegalrejo terus memperkuat perannya dalam pembinaan generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kali ini, pembinaan diberikan kepada siswa kelas X SMAN 2 Yogyakarta dengan mengangkat tema pencegahan pernikahan dini serta penguatan wawasan kehidupan berkeluarga.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7) tersebut menghadirkan Penghulu Ahli Madya KUA Tegalrejo, Suardi, S.Ag., sebagai narasumber. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Suardi menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ikatan yang tidak hanya berlandaskan aspek legal maupun agama, tetapi juga membutuhkan kesiapan psikologis, fisik, emosional, dan ekonomi. Karena itu, remaja perlu memiliki perencanaan hidup yang baik agar tidak terjebak pada keputusan yang diambil secara tergesa-gesa.
“Pernikahan bukan sekadar ikatan formal, melainkan komitmen panjang yang membutuhkan kesiapan mental, finansial, dan fisik. Remaja saat ini harus memiliki perencanaan hidup yang matang. Jangan sampai masa depan yang cerah terhambat karena kurangnya wawasan dan keputusan yang tergesa-gesa,” tegas Suardi.
Selain membahas ketentuan usia perkawinan sesuai peraturan perundang-undangan, KUA Tegalrejo juga mengedukasi peserta mengenai berbagai dampak negatif pernikahan anak, mulai dari risiko kesehatan reproduksi, persoalan psikologis, hingga tantangan sosial dan ekonomi yang dapat memengaruhi kualitas kehidupan keluarga di masa depan. Melalui pendekatan preventif ini, KUA berupaya membangun kesadaran sejak dini agar remaja lebih fokus mengembangkan potensi diri, melanjutkan pendidikan, serta merancang masa depan secara terarah.
Kepala KUA Tegalrejo berharap kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah menjadi bagian dari upaya nyata Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga sejak hulu melalui pembinaan kepada remaja. Edukasi yang diberikan di lingkungan sekolah diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang memiliki pemahaman utuh tentang makna pernikahan dan pentingnya kesiapan sebelum membangun rumah tangga.
Melalui program ini, KUA Tegalrejo juga menaruh harapan agar para siswa SMAN 2 Yogyakarta dapat menjadi agent of change di lingkungan sebayanya, mampu membentengi diri dari risiko pernikahan dini, serta mengajak teman-temannya untuk terus mengejar pendidikan dan cita-cita. Dengan demikian, akan lahir generasi yang cerdas dalam mengambil keputusan, siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah pada waktu yang tepat, sesuai kematangan usia dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Muthi)


