KUA Wirobrajan Perkuat Layanan Berdampak Lewat Monitoring Terpadu

Yogyakarta — KUA Wirobrajan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut diteguhkan melalui kegiatan Monitoring Terpadu yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Tim Kepegawaian, dan Tim Humas, Kamis (9/7/26). Kegiatan diterima langsung oleh Kepala KUA Wirobrajan, R. Andhi Nugroho, S.H.I., M.H., bersama seluruh jajaran pegawai.
Monitoring terpadu ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan Kementerian Agama Kota Yogyakarta untuk memastikan seluruh layanan di KUA berjalan sesuai regulasi, memenuhi standar pelayanan publik, serta mendukung implementasi program prioritas Kementerian Agama, termasuk Revitalisasi KUA dan pembangunan Zona Integritas.
Pada bidang Bimas Islam, tim melakukan supervisi terhadap penyelenggaraan administrasi pelayanan nikah, administrasi kepenghuluan dan kepenyuluhan, pengelolaan administrasi wakaf, pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), hingga Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Monitoring dilakukan melalui penelaahan dokumen, verifikasi administrasi, serta dialog bersama pelaksana layanan untuk memastikan setiap program berjalan efektif, tertib administrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Tim Kepegawaian melakukan pembinaan terhadap pengelolaan administrasi kepegawaian sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi kelengkapan administrasi, disiplin aparatur, hingga penguatan budaya kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.
Di sisi lain, Tim Humas memonitor pengelolaan publikasi dan diseminasi informasi melalui berbagai platform digital KUA. Penilaian difokuskan pada kualitas konten yang dipublikasikan agar mampu menghadirkan informasi layanan yang aktual, edukatif, inspiratif, serta memperkuat narasi moderasi beragama sebagai bagian dari transformasi layanan Kementerian Agama di era digital.
Kepala KUA Wirobrajan, R. Andhi Nugroho, menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan oleh tim monitoring. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga ruang konsultasi dan penguatan dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan.
“Monitoring ini menjadi energi bagi kami untuk terus berbenah. Berbagai masukan dari Tim Bimas Islam, Kepegawaian, dan Humas akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang semakin berkualitas, berdampak, dan terukur bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, KUA Wirobrajan berkomitmen menjadikan setiap rekomendasi hasil monitoring sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat administrasi, mengoptimalkan publikasi layanan, serta membangun budaya kerja yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, ditutup dengan penyampaian hasil monitoring beserta rekomendasi tindak lanjut. Melalui pembinaan yang berkesinambungan dari Kementerian Agama Kota Yogyakarta, KUA Wirobrajan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan keagamaan yang profesional, transparan, inklusif, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(Eko)



