Artikel

PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026: Harmoni Pujian Menguatkan Persaudaraan Indonesia

Yogya-Papua-Indonesia (Sebuah Catatan Panjang)

Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Manokwari, Papua Barat, bukan sekadar ajang perlombaan seni suara gerejawi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum nasional yang mempertemukan semangat keagamaan, pembangunan sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta penguatan persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi bangsa, PESPARAWI hadir sebagai ruang yang menumbuhkan optimisme, memperkuat karakter, dan mempererat persaudaraan antardaerah melalui pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

PESPARAWI merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual, moral, serta etika umat Kristen. Kegiatan ini juga menjadi salah satu perwujudan iman Kristen dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu, PESPARAWI tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi seni suara, melainkan juga sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta media mempererat persaudaraan dalam keberagaman.

Semangat tersebut tercermin dalam tema PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026, yakni “Aku Hendak Memuji TUHAN Pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a). Tema ini mengandung pesan mendalam bahwa pujian kepada Tuhan hendaknya senantiasa hadir dalam setiap situasi kehidupan, baik dalam keadaan sukacita maupun di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat manusia. Melalui pujian, umat percaya diajak untuk terus memelihara iman, pengharapan, dan kasih sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tema tersebut diperkaya dengan subtema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua.” Subtema ini memiliki makna yang sangat relevan dengan penyelenggaraan PESPARAWI di Manokwari, Papua Barat. Tanah Papua menjadi simbol keberagaman Indonesia yang kaya akan budaya, adat istiadat, dan kehidupan sosial masyarakatnya. Melalui puji-pujian yang dikumandangkan oleh peserta dari seluruh penjuru nusantara, PESPARAWI diharapkan menjadi sarana memperkuat perdamaian, mempererat persaudaraan, serta membangun harmoni kebangsaan yang semakin kokoh dari timur Indonesia.

Sebagai daerah yang memiliki nilai historis penting dalam perkembangan Kekristenan di Indonesia, Manokwari memiliki makna simbolis yang kuat. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh provinsi akan menjadikan Papua Barat sebagai pusat perjumpaan budaya, iman, dan kebangsaan. Dari tanah yang dikenal sebagai “Kota Injil”, semangat persatuan Indonesia kembali diperdengarkan melalui harmoni suara anak-anak bangsa yang datang dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan tradisi.

Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, partisipasi dalam PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Keikutsertaan ini bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kualitas kehidupan beragama, memperkuat karakter generasi muda, serta memperkenalkan identitas Yogyakarta di tingkat nasional.

Karena itu, Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta siap menyukseskan ajang nasional tersebut dengan mengirimkan sebanyak 90 orang yang terdiri atas penyanyi, pelatih, pianis, dan official. Kontingen DIY akan mengikuti enam kategori lomba, yaitu Solo Anak Usia 7–10 Tahun, Solo Anak Usia 11–15 Tahun, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, Paduan Suara Remaja, serta Paduan Suara Dewasa Campuran.

Dalam pesannya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibacakan oleh KGPAA Paku Alam X mengingatkan seluruh kontingen agar senantiasa menjaga nama baik Yogyakarta serta berupaya mengharumkan daerah istimewa ini di tingkat nasional. Sementara itu, Pelaksana Tugas Bimbingan Masyarakat Kristen, H. Abd. Su’ud, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan bahwa Yogyakarta merupakan satu-satunya provinsi yang menyandang predikat istimewa.

“Yogyakarta adalah provinsi yang istimewa. Karena itu, mari kita tunjukkan keistimewaan tersebut melalui semangat, disiplin, kebersamaan, dan penampilan terbaik dari Yogyakarta untuk Indonesia,” pesannya.

Di balik penampilan yang nantinya akan disaksikan di panggung nasional, terdapat proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Latihan yang intensif, pengorbanan waktu, dukungan keluarga, pembinaan para pelatih, serta sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberhasilan kontingen.

PESPARAWI pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan perayaan iman yang menghadirkan pesan damai, memperkuat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen kebangsaan. Dari Manokwari, Papua Barat, harmoni pujian akan kembali menggemakan semangat Indonesia yang bersatu dalam keberagaman.

Selamat berjuang kepada seluruh Kontingen PESPARAWI Daerah Istimewa Yogyakarta. Tampilkan yang terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan bawalah nama harum Yogyakarta di pentas nasional. Dari Yogyakarta untuk Indonesia, melalui pujian yang mempersatukan.

Penulis : Penyuluh Agama Kristen  Tri Didik Wibowo Adi