Menyimpan Al-Quran sebagai Amanah, MHQ Jadi Cabang Lomba KUACI#8 Alnesa Competition

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – Dalam rangka ikut serta pada kegiatan Alnesa Competition, KUACI#8 menghadirkan berbagai perlombaan yang juga dapat diikuti oleh murid-murid SMP/MTs sederajat di daerah DIY-Jateng pada hari Selasa (17/02/26) yang berlangsung meriah di MAN 1 Yogyakarta.
Salah satu cabang yang hadir memeriahkan KUACI#8 yakni Musabaqoh Hifdzil Qur’an. MHQ adalah cabang perlombaan yang bersaing melalui ingatan pada ayat-ayat dalam Al-Quran. Para peserta dituntut untuk dapat mengingat setiap hafalan yang telah mereka miliki. Para juri menguji kekuatan hafalan setiap peserta dengan diberikan pertanyaan, baik berupa sambung ayat atau menebak ayat tersebut.
Cabang lomba ini memiliki tantangan tersendiri, bagaimana cara para peserta dapat mengingat hafalan yang dimiliki tanpa mengabaikan setiap aturan dalam pembacaan ayat Al-Quran, mulai dari tajwid, panjang pendek, sampai makharijul huruf di setiap ayat. Karena pada dasarnya membaca Al-Quran ialah mengutamakan aturan sehingga tidak merubah arti yang terkandung didalamnya.
Adapun pemenang yang telah ditetapkan berdasarkan penilaian para juri adalah sebagai berikut:
- Amirul Azzam (SMPTQ Ibnu Mas’ud) dengan perolehan poin sebesar 94,5 poin
- Muhammad Darain Alkhibrah (MTs Muhammadiyah Gedongtengen dengan perolehan poin sebesar 92,5 poin
- Annisa Az’zara Putri (MTs YAPIKA Kebumen) dengan perolehan poin sebesar 90 poin

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) dalam ajang KUACI#8 Alnesa Competition.
“Selamat dan sukses kepada ananda sekalian yang telah meraih prestasi terbaik dalam cabang Musabaqoh Hifdzil Qur’an. Menghafal Al-Qur’an adalah sebuah amanah mulia dari Allah Swt. yang tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga ketekunan, keistiqamahan, serta hati yang bersih dan ikhlas,” ungkapnya.
Dengan ditetapkannya pemenang dalam ajang perlombaan Musabaqoh Hifdzil Qur’an diharapkan mampu membangun semangat baru untuk tetap terus mengasah keterampilan, baik bagi para juara maupun peserta yang belum mendapat kesempatan kejuaran tersebut. Semoga para peserta yang mengikuti perlombaan ini dapat terus mempertahankan hafalan yang dimiliki sehingga bermanfaat di dunia dan akhirat kelak.
Perlombaan bukan berarti saling bersaing dengan cara menjatuhkan lawan, tetapi bagaimana cara kita untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki tanpa berusaha memperburuk citra lawan. (aik)



