Berita

Tingkatkan Kualitas Bimbingan Perkawinan, Reza Bakhtiar Matangkan Toolkit AI pada Bootcamp Bimwin 2026

 

Tangerang — Rangkaian kegiatan hari kedua Advance Facilitator Bimbingan Perkawinan-Isu Perlindungan Keluarga (Bootcamp Bimwin AI 2026) yang berlangsung di Grand Serpong Hotel, Tangerang, pada Kamis (15/10/2026) dipadati dengan berbagai sesi laboratorium praktik kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) hingga pematangan instrumen bimbingan.
Kegiatan diawali pada pagi hari melalui sesi Laboratorium Praktik AI.

Para peserta mendapatkan pendampingan intensif dalam pengembangan produk berbasis AI yang terbagi ke dalam kelas spesialisasi. Reza Bakhtiar—satu-satunya penyuluh agama dari D.I. Yogyakarta—tergabung di Kelas B yang berfokus pada pengembangan materi, studi kasus, serta simulasi.

Memasuki sesi siang, Reza bersama peserta Kelas B melanjutkan agenda ke sesi Klinik Praktik Desain Pembelajaran. Fokus utama dalam sesi ini adalah mencetak fasilitator Bimwin yang inovatif melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Dengan integrasi AI, penyusunan studi kasus dan simulasi modul bimbingan dirancang agar lebih interaktif, adaptif, serta relevan dalam merespons tantangan dinamika keluarga di era modern. Rangkaian kelas kemudian dilanjutkan dengan refleksi, pengembangan produk, serta Klinik Pengembangan Produk dan Konsultasi Narasumber.

Pada sesi malam, suasana kegiatan semakin dinamis dengan hadirnya materi evaluasi fasilitator bimbingan perkawinan yang disampaikan oleh Ibu Alissa Wahid. Agenda kemudian dilanjutkan dengan kerja kelompok penyempurnaan toolkit serta persiapan unjuk kerja (demo day).
Hari kedua ditutup pada pukul 22.00 WIB setelah sesi refleksi harian, umpan balik singkat, dan pengarahan persiapan untuk agenda hari ketiga (AI Demo Day).

Melalui keikutsertaan aktif ini, Reza Bakhtiar berkomitmen menghadirkan terobosan toolkit dan modul bimbingan perkawinan berbasis AI yang nantinya siap diaplikasikan langsung bagi calon pengantin di Yogyakarta, guna mewujudkan ketahanan keluarga yang lebih kokoh, adaptif, dan berkualitas. (janti)

Leave a Reply