Tiga Penyuluh Kemenag Kota Yogyakarta Mengikuti Diklat Chaplain Indonesia Di Budhi Dharma

Yogyakarta (Kemenag), Tiga (3) Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta; Muhammad Mahlani, M. Pd. Sumarni, S. Th., dan Edelbertus Jara, S. Fil., mengikuti diklat Calon Chaplain Muslim Indonesia di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma Kota Yogakarta, Selasa 1/9/2026. Chaplain merupakan posisi resmi bagi rohaniawan yang ditugaskan di institusi khusus seperti rumah sakit, militer, penjara, termasuk para lansia terlantar. Untuk itu Chaplain merupakan Pendampingan Rohani baik dari Muslim, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu yang dikhususkan untuk pelayanan di institusi sebagaimana tesebut di atas. Karena dikhususkan maka rohaniawan mestinya professional demikian Aulia Ratna Purnamasari nara sumber dalam diklat tersebut.
Hari ini merupakan lanjutan diklat yang sebelumnya diselenggarakan melalui zoom meeting. Seorang Chaplain (pembimbing rohani professional) bukan sekadar pemberi nasihat moral, melainkan fasilitator eksistensial yang mendampingi individu di titik paling rentan dalam siklus hidup mereka baik di Rumah Sakit, Lapas, Kemiliteran, maupun wilayah bencana.
Nah saat ini kita akan membahas materi dalam 3 sesi dengan sesi pertama adalah Pendalaman Materi Klinis dan Orientasi Lapangan, Sosialisasi & Simulasi Instrumen Pendampingan serta Manajemen Trauma, PFA, dan Perawatan Diri (Self-care). Sesi kedua tentang Konseptualisasi The Third Space (Ruang Ketiga), Posisioning dan Batasan Peran Profesional, Intervensi Berbasis Kehadiran (Presence-Based Intervention), Komunikasi Empatik, dan Mendengarkan Mendalam (Active & Deep Listening), Etika Profesi, Baatasan Layanan, dan Kerahasiaan Klien serta Dinamika Lintas Iman & Mitigasi Compassion Fatique.
Sesi ketiga, Pentingnya Batasan Profesional: Mengubah Paradigma (Memikul Beban vs Menjadi Cermin), Teknik Kompartmentalisasi Mental (Mental Compartmentalization), Seni Mendengar Empatik Tanpa menelan Emosi, Batasan Tanggung Jawab (The Serenity Boundary), Peer Supervisi (Supervisi Sejawat)
Demkian diklat hari ini yang diselenggarakan oleh Lembaga Rahmah Chaplaincy Indonesia dan rencana akan ada lanjutan pada minggu kedua blan September 2026. Namun sebelum menutup acara dan foto bersama, para peserta diberi kesempatan untuk membagi pengalaman pendampingan selama ini kepada kelompok binaan baik di Rumah Sakit, Rutan/Lapas maupun Lansia Budhi Dharma. (ej)


