Berita

The Most KUA: Penyuluh Jetis Sampaikan Materi pada Pengajian FORKOMPIMTREN

YOGYAKARTA – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program The Most KUA, Kantor Urusan Agama (KUA) Jetis terus melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pengajian Forkompimtren Jetis yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di KUA Jetis, Kota Yogyakarta. Kegiatan pengajian tersebut bertempat di Aula Margo Utomo Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta dan dihadiri oleh jajaran pegawai ASN wilayah Jetis serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren (FORKOMPIMTREN) Jetis.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Jetis, Siti Da’imah, S.Ag., hadir sebagai pemateri dengan menyampaikan materi bertajuk “JAMU JATI KENDI”, singkatan dari Jaga Mulut, Jaga Hati, dan Kendalikan Diri. Materi ini menekankan pentingnya menjaga ucapan, mengelola perasaan, serta mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Siti Da’imah menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” Hadis tersebut mengajarkan bahwa setiap ucapan memiliki konsekuensi dan dampak, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Ia menjelaskan bahwa banyak permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat bahkan dalam rumah tangga sering kali bermula dari hal-hal yang sederhana, seperti ucapan yang tidak terjaga, emosi yang tidak terkendali, serta perasaan yang tidak dikelola dengan baik.

“Ketika seseorang mampu menjaga mulut, menjaga hati, dan mengendalikan dirinya, maka ia akan lebih mudah membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain,” ujarnya di hadapan peserta pengajian.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengamalan nilai JAMU JATI KENDI juga sangat relevan dalam membangun keluarga sakinah maslahah. Komunikasi yang baik, kemampuan menahan amarah, serta sikap saling menghargai menjadi kunci penting dalam menciptakan rumah tangga yang harmonis, penuh ketenangan, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh anggota keluarga.

Kegiatan pengajian ini menjadi salah satu bentuk implementasi program The Most KUA, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan, tetapi juga pada pembinaan keagamaan serta penguatan nilai-nilai keluarga di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, KUA Jetis berharap nilai-nilai akhlak dan pengendalian diri dapat terus ditanamkan sehingga tercipta kehidupan sosial yang lebih rukun, damai, dan harmonis. (nz) ‎