Berita

Tetap Menjadi Manusia Terbaik, Penyuluh KUA Kotagede Ajak Warga Binaan Lapas Menata Diri

Yogyakarta (KUA Kotagede) — Di balik jeruji, setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Masa lalu boleh menjadi bagian dari perjalanan hidup, tetapi bukan alasan untuk berhenti menata masa depan.

Pesan penuh harapan itu disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Kotagede, Trianto, S.H.I., saat memberikan tausiyah kepada warga binaan Lapas Kelas II A Yogyakarta, Rabu (23/9/2026).

Mengangkat tema “Tetap Menjadi Manusia Terbaik dengan Ikhlas Beribadah kepada Allah serta Bermanfaat bagi Orang Lain”, Trianto mengajak warga binaan menjadikan masa pembinaan bukan sekadar waktu yang harus dilalui, tetapi kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperkuat ibadah, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

“Menjadi manusia terbaik bukan berarti manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi manusia yang mau memperbaiki diri, ikhlas beribadah kepada Allah, dan berusaha memberikan manfaat bagi orang lain,” pesan Trianto.

Menurutnya, setiap manusia memiliki ruang untuk berubah. Kesalahan di masa lalu tidak semestinya membuat seseorang kehilangan harapan. Justru, kesadaran untuk mengakui kesalahan dan kemauan memperbaiki diri menjadi langkah penting untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Trianto juga mengingatkan bahwa ibadah tidak berhenti pada hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Nilai ibadah juga tercermin dalam cara seseorang memperlakukan orang lain.

Jujur, sabar, menjaga lisan, menghormati sesama, dan ringan membantu merupakan bentuk nyata dari keberagamaan yang membawa manfaat.

“Jangan pernah merasa bahwa pintu kebaikan sudah tertutup. Selama masih diberi kesempatan hidup, selalu ada ruang untuk bertaubat, memperbaiki diri, beribadah dengan ikhlas, dan menjadi manusia yang bermanfaat,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi penguatan bagi warga binaan untuk terus menata diri selama menjalani masa pembinaan. Sebab, setiap hari adalah kesempatan baru untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Masa pembinaan pun dapat dimaknai sebagai ruang untuk menyiapkan bekal sebelum kembali ke keluarga dan masyarakat. Bukan hanya dengan keterampilan dan kesiapan sosial, tetapi juga dengan hati yang lebih kuat, kesadaran spiritual yang lebih baik, serta tekad untuk tidak mengulangi kesalahan.

Melalui tausiyah keagamaan tersebut, KUA Kotagede terus mengambil bagian dalam memberikan pendampingan spiritual kepada warga binaan. Harapannya, pembinaan tidak hanya menghadirkan perubahan perilaku, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan, rasa percaya diri, dan keyakinan bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat.[Tri]

Leave a Reply