Tekad Penyuluh KUA Ngampilan Giatkan PBHA bagi Lansia Serangan

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan terus menggiatkan program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (PBHA) bagi lansia di wilayah Serangan Ngampilan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) di Masjid Uswatun Hasanah dan menjadi bagian dari Pendidikan Al-Qur’an Usia Lanjut (PAUL) Safiinatun Najaah Serangan Ngampilan.
Program ini merupakan komitmen KUA Ngampilan dalam mewujudkan masyarakat yang melek Al-Qur’an tanpa batas usia. Kegiatan PBHA dilaksanakan secara rutin setiap Senin dan Kamis dengan pendampingan langsung oleh para penyuluh agama Islam KUA Ngampilan, yakni Janti Ristiani, S.Ag., Siti Rohimah, S.Ag., Hartatik, S.Pd., S.H., Afifah Nur Sansidar, S.Sos., dan Wintolo, S.Ag., dengan jumlah peserta sekitar 50 orang.
Para peserta yang mayoritas merupakan lansia dibimbing membaca Al-Qur’an dari dasar, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, praktik tajwid, hingga tahsin bacaan. Metode pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan peserta dengan pendekatan sabar, perlahan, dan penuh motivasi.
“Usia bukan halangan untuk belajar Al-Qur’an. Semangat ibu-ibu PAUL Safiinatun Najaah sangat luar biasa. Harapan kami mereka mampu membaca Al-Qur’an secara mandiri dan semakin dekat dengan Al-Qur’an,” ujar Siti Rohimah.
Pengelola PAUL Safiinatun Najaah, Siti Eliska Marjamiati, menyampaikan apresiasi atas konsistensi KUA Ngampilan dalam mendampingi pembelajaran. Menurutnya, kehadiran penyuluh membuat para lansia lebih percaya diri dan tidak malu untuk memulai belajar dari dasar.
Sementara itu, Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., menegaskan bahwa PBHA merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama dalam peningkatan literasi Al-Qur’an.
“KUA harus hadir untuk semua segmen masyarakat. PAUL ini membuktikan bahwa dakwah tidak mengenal kata terlambat,” ujarnya.
Selain pembelajaran Al-Qur’an, kegiatan PAUL juga diisi dengan tausiyah rutin pada awal bulan oleh KH. Sholehudin Mansyur, S.Ag. Diharapkan, PAUL Safiinatun Najaah dapat menjadi model pembinaan keagamaan bagi lansia di wilayah Kemantren Ngampilan.[janti]



