Sosialisasi Tempat Ibadah GBI WTC Yogyakarta Perkuat Kerukunan dan Komunikasi dengan Masyarakat

Yogyakarta (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan Sosialisasi Tempat Ibadah GBI WTC (Word Transformation Church) Yogyakarta yang dilaksanakan di Jalan Tunjung No. 6D, Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum komunikasi antara pengelola rumah ibadah, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus GBI WTC Yogyakarta yang dipimpin oleh Pdt. Yemima Erna Kristiani beserta jajaran, pemilik ruko, warga masyarakat, Ketua RT 10, RT 11, dan RT 15, Ketua RW 04, unsur Babinsa, Polsek Gondokusuman, Lurah Baciro beserta jajaran, Mantri Pamong Praja Kemantren Gondokusuman Guritno, A.P., M.I.P., perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Badan Kerja Sama Antar Denominasi (BKSAD) Provinsi DIY Pdt. Fendi Susanto, M.Si., serta Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Tri Didik dan Oka Yuliana.
Kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keberadaan dan aktivitas GBI WTC Yogyakarta sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Melalui dialog yang konstruktif, berbagai masukan dan harapan dari masyarakat dapat disampaikan secara langsung sehingga tercipta suasana yang kondusif dan saling menghargai.
Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Kota Yogyakarta menegaskan bahwa komunikasi yang baik merupakan kunci dalam menjaga kerukunan umat beragama. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta organisasi keagamaan menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan harmonis.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pengurus rumah ibadah dengan pemerintah dan masyarakat sekitar. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan setiap aktivitas keagamaan dapat berjalan dengan tertib, sesuai ketentuan yang berlaku, serta tetap mengedepankan semangat moderasi beragama dan saling menghormati.
Melalui sosialisasi ini, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap semangat dialog, keterbukaan, dan kerja sama lintas elemen masyarakat terus terpelihara sebagai fondasi dalam menjaga kerukunan umat beragama serta mewujudkan Kota Yogyakarta yang aman, damai, dan harmonis.[oka]



