Shalawat Bergema di Akhir Agustus, Penyuluh KUA Danurejan Semarakkan Kemerdekaan Bersama Jamaah ‘Aisyiyah

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Nuansa kemerdekaan terasa semakin hangat ketika lantunan shalawat bergema bersama jamaah Ranting ‘Aisyiyah Ledok Tukangan. Penyuluh Agama KUA Danurejan, Uswatun Hasanah, S.Pd., membersamai para jamaah dalam kegiatan semarak Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Sula Masjid Solihin, Senin (31/8/2026).
Kegiatan di penghujung bulan Agustus tersebut dikemas dengan nuansa religius sekaligus penuh keceriaan. Para jamaah tidak hanya diajak memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga mengisi kegiatan dengan membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, melantunkan shalawat, serta mengasah hafalan dan pengetahuan keagamaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surat-surat pendek Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Baqarah. Jamaah selanjutnya bersama-sama membaca istighfar, melantunkan shalawat, dan mengikuti kegiatan sambung ayat. Lantunan bacaan yang dilakukan bersama-sama tersebut menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh keakraban.
Kemeriahan semakin terasa dengan adanya kegiatan menjawab pertanyaan keagamaan serta hafalan shalawat dan Sayyidul Istighfar. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize, kado silang, snack, dan bingkisan bagi jamaah.
Tahun ini kegiatan terasa lebih istimewa karena mendapat dukungan dari donatur khusus. Dukungan tersebut menambah semarak kegiatan dan menghadirkan kebahagiaan bagi para jamaah. Mereka tampak antusias dan gembira mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Uswatun Hasanah mengajak jamaah Ranting ‘Aisyiyah untuk menjadikan majelis sebagai ruang untuk terus belajar dan mempererat silaturahmi. Menurutnya, semangat menuntut ilmu harus terus dijaga dan tidak berhenti hanya karena sebuah kegiatan telah selesai.
“Menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin dan muslimat. Karena itu, jangan bosan untuk menuntut ilmu dari majelis ke majelis yang lain. Bersilaturahmi juga membawa keberkahan tersendiri,” pesannya.
Ia juga mendorong jamaah untuk mengajak teman, keluarga, maupun tetangga mengikuti kegiatan keagamaan. Menurutnya, majelis ilmu dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat, baik di musala maupun masjid.
Pesan tersebut sejalan dengan hadis yang masyhur di masyarakat, “Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin wal muslimatin,” yang berarti, “Menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin dan muslimat.”
Kegiatan semarak kemerdekaan tersebut menjadi momentum yang sederhana namun bermakna. Kemerdekaan dirayakan tidak hanya dengan kegembiraan, tetapi juga dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, istighfar, shalawat, menambah ilmu, serta memperkuat silaturahmi.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama KUA Danurejan menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dan membersamai masyarakat dalam kegiatan pembinaan keagamaan. Majelis taklim diharapkan semakin menjadi ruang yang hidup, hangat, dan menyenangkan bagi jamaah untuk belajar, beribadah, sekaligus mempererat persaudaraan.[uswatun]



