Berita

Semangat Kemerdekaan, Cintai Nabi: Penyuluh KUA Wirobrajan Gaungkan Keteladanan Rasulullah

Yogyakarta (KUA Wirobarajan) – Momentum bulan kemerdekaan yang bertepatan dengan Rabiul Awal menjadi kesempatan istimewa bagi Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Wirobrajan untuk menguatkan semangat kebangsaan sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Wirobrajan, Berlin Sunardi, dalam program Cahaya Mimbar di Masjid Al Hidayah Wirobrajan, Kamis (20/8/2026).

Dalam penyuluhannya, Berlin mengajak jamaah menjadikan semangat kemerdekaan Indonesia sebagai momentum untuk semakin mencintai Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau, memperbanyak shalawat, serta menghidupkan sunnah-sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebaikan. Di bulan kelahiran sang penyeru, Nabi Muhammad SAW, mari kita buktikan cinta kepada beliau dengan meneladani akhlaknya, memperbanyak shalawat, dan menghidupkan sunnahnya,” ungkap Berlin.

Ia menjelaskan, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun kehidupan yang dilandasi kasih sayang, persaudaraan, kejujuran, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sangat relevan untuk terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Semangat kemerdekaan, menurut Berlin, tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun diri dan lingkungan dengan nilai-nilai kebaikan. Masyarakat dapat mengisi kemerdekaan dengan memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.

Melalui program Cahaya Mimbar, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan terus menghadirkan penyuluhan keagamaan yang kontekstual dengan menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan realitas kehidupan masyarakat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen penyuluh untuk menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang membumi, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.[ekoAW]

Leave a Reply