Semangat Hari Santri 2026, KUA Mergangsan Bergotong Royong Bersihkan Kali Code

Yogyakarta (KUA Mergangsan) — Memperingati Hari Santri Tahun 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mergangsan turut berpartisipasi dalam kegiatan Reresik Kali Code yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, Jumat (16/10/2026). Kegiatan dimulai pukul 07.00WIB, bertempat di Taman Perwira, Prawirodirjan, Kota Yogyakarta, ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kepala KUA Mergangsan bersama penyuluh agama Islam dan pelaksana mengikuti kegiatan sejak pagi dengan bergotong royong membersihkan sampah di kawasan sungai. Para peserta bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta, unsur MPP Kemantren Mergangsan, serta Lurah Wirogunan. Selain membersihkan sungai, kegiatan juga diisi dengan penanaman bibit pohon dan penebaran bibit ikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.
Partisipasi KUA Mergangsan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan pendekatan ekoteologi Kementerian Agama yang mendorong umat beragama untuk menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Allah Swt.

Dalam perspektif Islam, menjaga kebersihan dan merawat lingkungan tidak cukup hanya menjadi pesan dalam ceramah, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Gotong royong membersihkan sungai menjadi salah satu bentuk pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Reresik Kali Code, KUA Mergangsan berharap semangat Hari Santri 2026 dapat semakin memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Semangat santri untuk menguatkan negeri hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam.
Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan bahwa pengamalan agama tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Dari Kali Code, semangat gotong royong dan pengabdian diwujudkan demi lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.(HP)



