Berita

Sarapan Pagi Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Komunikasi Internal dan Sinergi Layanan

Yogyakarta (Humas) — Komitmen membangun budaya kerja yang kolaboratif, terbuka, dan responsif terus diperkuat oleh Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui forum Sarapan Pagi (Sumbang Rasa Pimpinan Pegawai Terintegrasi) yang digelar pada Senin (15/6/2026) di Aula 1 Kankemenag Kota Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah atap Kemenag Kota Yogyakarta tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., didampingi Kepala Subbag Tatat Usaha dan para kepala seksi dan penyelenggara.

Forum rutin bulanan yang menjadi ruang dialog antara pimpinan dan pegawai ini tidak sekadar menjadi sarana penyampaian informasi kedinasan, tetapi juga wadah strategis untuk menyerap aspirasi, mengevaluasi tindak lanjut program, serta memperkuat sinergi antarunit kerja dalam mewujudkan layanan publik yang semakin berkualitas.

Mengawali kegiatan, peserta diajak meninjau kembali notulensi Sarapan Pagi periode sebelumnya beserta progres tindak lanjut atas berbagai masukan yang telah disampaikan. Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata bahwa setiap gagasan dan aspirasi pegawai mendapat perhatian serta ditindaklanjuti secara terukur dalam proses pengambilan kebijakan organisasi.

Dalam arahannya, Ahmad Shidqi menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sehat sebagai fondasi organisasi modern. Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kualitas program yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur organisasi untuk saling mendengar, memahami, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tantangan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor juga menyampaikan sejumlah informasi strategis terkait kebijakan dan agenda kelembagaan. Salah satunya mengenai implementasi kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat yang akan segera diberlakukan di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta sesuai ketentuan dan surat edaran resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan efektivitas kerja, fleksibilitas manajemen aparatur, sekaligus tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Suasana forum semakin dinamis ketika memasuki sesi sambung rasa. Berbagai masukan konstruktif disampaikan oleh ASN dari beragam latar belakang tugas dan fungsi. Salah satu aspirasi datang dari unsur Penyuluh Agama Kristen yang menyampaikan harapan agar publikasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyuluh dan Pengawas Agama Kristen dapat memperoleh ruang yang proporsional pada kanal informasi Kementerian Agama. Selain itu, ia juga mengusulkan agar Penyuluh Agama Kristen dapat lebih dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi rumah ibadah karena memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat di lapangan.

Masukan tersebut mendapat perhatian positif dari pimpinan sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat moderasi beragama, inklusivitas, dan kolaborasi lintas sektor yang selama ini menjadi salah satu fokus pembangunan bidang keagamaan.

Forum juga membahas penguatan tata kelola organisasi. diantaranya usulan perlunya tim penyusun anggaran yang mampu mengakomodasi kompleksitas pengelolaan keuangan di tengah berbagai kebijakan efisiensi yang berlaku. Selain itu,  pentingnya menjaga kualitas pelaporan keuangan sebagai bagian dari upaya mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Pada aspek tata kelola administrasi, khususnya terkait penggunaan template dan tata bahasa dalam persuratan dinas. Keseragaman administrasi dipandang penting untuk menjaga profesionalitas, ketertiban, serta kualitas layanan birokrasi yang akuntabel.

Selain menyerap aspirasi pegawai, forum Sarapan Pagi juga menjadi sarana berbagi informasi dan perkembangan program kerja. Sebagai moderator kegiatan, Penyelenggara Zakat dan Wakaf turut menyampaikan laporan perkembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Laporan tersebut mendapat perhatian positif dari peserta, termasuk usulan agar informasi UPZ dapat dibagikan secara berkala melalui grup ASN sehingga dapat diketahui seluruh pegawai.

Pada kesempatan yang sama, Unit Kepegawaian menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Bimbingan Teknis Kecakapan Teknologi Informasi bagi PPPK yang akan dilaksanakan mulai 22 Juni 2026 di MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan tersebut akan melibatkan pranata komputer sebagai mentor dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi digital ASN di lingkungan Kementerian Agama.

Kegiatan Sarapan Pagi kali ini juga menghadirkan nuansa syukur dan kebersamaan. Doa pembuka dipimpin oleh Kasubbag Tata Usaha, H. Ahmad Mustafid, yang baru saja kembali dari menjalankan tugas pelayanan ibadah haji. Kehadiran beliau menjadi pengingat akan pentingnya nilai pengabdian dan pelayanan dalam setiap tugas yang diemban ASN Kementerian Agama.

Menjelang akhir kegiatan, doa penutup dipimpin oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Saeful Anwar, yang menutup seluruh rangkaian acara dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Menutup forum, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta memberikan tanggapan atas berbagai masukan yang disampaikan. Salah satu tindak lanjut yang disepakati adalah penyebarluasan laporan UPZ kepada seluruh unit kerja, termasuk Kantor Urusan Agama (KUA), guna memperkuat transparansi dan pemahaman bersama terhadap pengelolaan dana zakat.

Melalui forum Sarapan Pagi, Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus membangun budaya organisasi yang terbuka, akuntabel, dan partisipatif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat sinergi, menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama, serta mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.(Nis)