Santuni 100 Anak Yatim dan Disabilitas, Kemenag Kota Yogyakarta Tebar Maslahat dan Perkuat Semangat Inklusif

Yogyakarta (humas) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim dan Disabilitas bertajuk “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).
Sebanyak 100 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima santunan masing-masing sebesar Rp200 ribu yang bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kankemenag Kota Yogyakarta. Selain itu, Wali Kota Yogyakarta, dr. H. C. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), memberikan tambahan santunan sebesar Rp100 ribu kepada masing-masing penerima.
Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kegiatan ini sengaja dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota agar anak-anak yatim dan disabilitas lebih mengenal sosok pemimpin daerahnya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota atas fasilitasi tempat dan dukungannya terhadap kegiatan ini,” ujarnya.
Ahmad Shidqi menegaskan bahwa menjadi yatim maupun penyandang disabilitas bukanlah pilihan, melainkan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT. Karena itu, masyarakat perlu memberikan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan yang sama kepada mereka.
Ia juga mengingatkan tentang kemuliaan orang yang memelihara anak yatim sebagaimana diajarkan dalam Islam. “Allah memiliki rencana terbaik bagi setiap anak yatim dan penyandang disabilitas. Mereka memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi generasi yang membanggakan,” katanya.
Wali Kota Yogyakarta, dr. H. C. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), yang hadir memberikan sambutan sekaligus menyerahkan santunan tambahan, mengajak anak-anak untuk tetap percaya diri dan optimistis menjalani kehidupan.
Menurut Hasto, hal terpenting dalam diri manusia bukanlah kondisi fisiknya, melainkan kualitas jiwanya. “Yang utama dalam tubuh manusia adalah jiwanya, baru kemudian jasmaninya. Tubuh yang sehat dan kuat belum tentu memiliki jiwa yang sehat dan bermanfaat,” tuturnya.
Karena itu, ia berpesan kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas agar tidak merasa rendah diri atas kondisi yang mereka alami. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Kalian jangan berkecil hati. Yang menentukan masa depan bukan keadaan hari ini, tetapi semangat, usaha, dan kekuatan jiwa yang dimiliki,” pesan Hasto.
Kegiatan santunan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama RI dalam rangka menyambut 10 Muharam 1448 Hijriah melalui gerakan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia serta terhubung melalui Zoom Meeting dengan Kementerian Agama RI.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Selain menerima santunan, para peserta juga memperoleh motivasi dan penguatan mental agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh, mandiri, percaya diri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap semangat kepedulian sosial dan nilai-nilai inklusivitas semakin mengakar di tengah masyarakat.[Ara]



