Berita

Rawat Toleransi, Penyuluh Buddha Dampingi Studi Lintas Agama Mahasiswa UNIDA Gontor

Yogyakarta (Penyuluh Agama Buddha Kota Yogyakarta) – Dialog lintas agama menjadi ruang penting untuk membangun pemahaman, merawat toleransi, dan memperkuat kerukunan di tengah keberagaman. Semangat inilah yang mewarnai kunjungan studi akademik mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, ke Vihara Buddha Prabha, Yogyakarta, Senin (19/10/2026).

Sebanyak 13 mahasiswa yang dipimpin Ustaz Haris Majid mengikuti diskusi bersama Ketua Vihara Buddha Prabha, Romo Agus Setyawan, serta Totok dan Partini, Penyuluh Agama Buddha Kota Yogyakarta. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal ajaran Buddha secara langsung sekaligus memahami praktik toleransi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Diskusi mengangkat nilai-nilai toleransi dalam agama Buddha, pentingnya saling menghormati di tengah perbedaan, serta upaya mencegah dan menyelesaikan konflik sosial secara damai. Melalui dialog terbuka, mahasiswa diajak melihat bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk membangun persaudaraan dan bekerja sama demi kebaikan bersama.

Nilai cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan dalam ajaran Buddha turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Nilai-nilai tersebut mengingatkan bahwa hubungan harmonis antarmanusia perlu dibangun melalui sikap menghargai sesama, menghindari prasangka, dan mengedepankan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

Kunjungan ini juga memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi mahasiswa. Jika pembelajaran di ruang kuliah banyak bertumpu pada kajian teori, perjumpaan langsung di rumah ibadah membuka kesempatan untuk memahami kehidupan beragama melalui dialog, pengalaman, dan interaksi dengan pemeluk agama lain.

Kerukunan, dengan demikian, tidak cukup berhenti pada pemahaman konsep atau slogan. Kerukunan perlu diwujudkan melalui kesediaan mendengarkan, menghormati keyakinan orang lain, membangun komunikasi yang sehat, serta mencari titik temu ketika menghadapi perbedaan.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus didorong Kementerian Agama, khususnya dalam menumbuhkan sikap toleran, menghargai keberagaman, dan menjaga komitmen kebangsaan. Perjumpaan lintas agama seperti ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam merawat perdamaian.

Melalui kunjungan studi akademik ini, Vihara Buddha Prabha menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan nilai kemanusiaan. Harapannya, para mahasiswa dapat membawa semangat dialog tersebut ke tengah masyarakat serta menjadi bagian dari generasi muda yang turut menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

Leave a Reply