Berita

Raih Nilai Hampir Sempurna, Noor Hanifa, Siswi MAN 1 Yogyakarta, Selesaikan Stanford Online Course

Kota Yogyakarta (MAN YK)—Hari baru, ilmu baru. Mungkin demikian kata yang cocok menggambarkan betapa semangatnya siswi MAN 1 Yogyakarta yang bernama Noor Hanifah Arrasyid dalam menggembleng diri setiap harinya. Rabu (29/09/2021) Hanifa, begitu ia biasa dipanggil, telah berhasil menyelesaikan online course yang diadakan oleh Stanford University.

Online course yang bertemakan “Stanford Introduction to Food and Health” ini merupakan kelas online non-profit yang digagas oleh Stanford University bekerja sama dengan Coursera. Kegiatan ini berlangsung selama 5 pekan dengan berbagai macam metode pembelajaran, diantaranya pembelajaran melalui video, forum diskusi bersama, sesi tanya-jawab dengan dosen, serta banyak yang lainnya. Disetiap pekan selama 5 minggu tersebut terdapat ujian yang harus dikerjakan peserta dengan syarat nilai minimum untuk mendapat sertifikat adalah 50,00. Syukur Alhamdulillah, Hanifa berhasil mendapat nilai hampir sempurna yaitu, 96,42.

“Saya senang banget karena berhasil mendapat ilmu baru yang pasti akan berguna untuk diri saya. Apalagi dimasa pandemi covid seperti saat ini, dalam mengkonsumsi makanan kita harus selalu memperhatikan kesehatan, kebersihan serta kandungan gizi dari makanan tersebut,” Ujar remaja yang memiliki hobi menulis ini.

Hanifa menuturkan jika keaktifan dirinya mengikuti beberapa international online course ini disebabkan oleh kakaknya yang tak henti membagi informasi terkait kursus-kursus yang ia dapat. Siswi yang merupakan putri dari pasangan M. Harun Arrasyid dan Wahyuningsih ingin mengimplementasikan slogan madrasah pada dirinya.

“Selain mencari ilmu baru, saya juga ingin memacu diri saya. Saya yakin apa yang saya lakukan ini akan membantu diri saya meraih mimpi-mimpi saya. Serta saya ingin bisa membanggankan MAN 1 Yogyakarta melalui apa yang telah saya lakukan. Seperti slogan madrasah, prestasi tiada henti, cerdas dan islami menuju kelas dunia,” Ungkap remaja yang bermimpi menjadi Duta UNICEF ini.

Tiada hari untuk berhenti mengejar mimpi. Semangat yang dimiliki Hanifa semoga dapat mengantarkan dirinya dalam meraih semua cita-citanya. Belajar tak akan pernah sia-sia, hal besar selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan tanpa kenal lelah.(dzl)

Back to top button