Pranata Kerukunan Umat Pemantik Pemuda Menjadi Agen Perdamaian

Yogyakarta (Humas) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Moderasi FKUB Muda bertema “Pemuda sebagai Agen Penyebar Pesan Perdamaian bagi Seluruh Umat” di Hotel Luxury Malioboro, Jl. Gowongan Kidul no. 57 Yogyakarta, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama sekaligus membangun jejaring pemuda lintas agama sebagai pelopor kerukunan di Kota Yogyakarta.
Workshop diikuti 60 peserta yang merupakan perwakilan tokoh pemuda dari enam agama. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali wawasan kebangsaan, nilai-nilai moderasi beragama, serta penguatan peran generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Ketua FKUB Kota Yogyakarta, Prof. Mohammad Chirzin, M.Ag., menyambut baik penyelenggaraan workshop sekaligus menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perdamaian dan pemersatu bangsa. Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menjaga kerukunan, menghargai keberagaman, serta menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Pemuda Kota Yogyakarta harus menjadi tokoh-tokoh muda pemersatu yang mampu menyebarkan pesan damai, merawat toleransi, dan menjadi teladan dalam menjaga kerukunan umat beragama,” tegas Prof. Chirzin.
Narasumber lainnya, Katimja Ideologi, Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta, R. Suryo Nugroho Aji, S.Psi., mengajak generasi muda untuk berperan aktif memperkuat ketahanan sosial, menjaga persatuan, serta membangun kolaborasi lintas agama dan budaya sebagai modal penting dalam mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.
Kegiatan dipandu oleh Pranata Kerukunan Umat Beragama Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta sekaligus Sekretaris FKUB Kota Yogyakarta, Zahara Emilya Girsang, S.Ag. Ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan wadah pembinaan kader-kader muda lintas agama agar memiliki perspektif moderasi beragama, mampu membangun komunikasi yang inklusif, serta menjadi agen penyebar pesan perdamaian di lingkungan masing-masing.
Melalui workshop yang didanai oleh hibah pemerintah kota Yogyakarta ini, FKUB Kota Yogyakarta bersama Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap lahir generasi muda yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga kerukunan antarumat beragama di Kota Yogyakarta semakin kokoh dan berkelanjutan. [Ara]



