Praktik Baik KUA Wirobrajan: Edukasi Rukyatul Kiblat, Pastikan Arah Kiblat Lebih Akurat.

Yogyakarta (KUA Wirobrajan)–Komitmen memberikan pelayanan keagamaan yang berdampak terus diwujudkan KUA Wirobrajan. Kepala KUA Wirobrajan, Raden Andhi Nugroho, S.H.I., M.H., didampingi takmir Masjid Ikhwatun Hasanah serta ASN KUA Wirobrajan, melaksanakan praktik Rashdul Kiblat tepat pukul 16.27 WIB di lingkungan Masjid Ikhwatun Hasanah, Pakuncen, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Wirobrajan dalam memberikan edukasi sekaligus pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai cara memastikan arah kiblat secara praktis dan sederhana sebagaimana telah dilakukan para ulama terdahulu. Melalui momentum Istiwa A’zham atau kulminasi agung Matahari tepat di atas Ka’bah, masyarakat dapat mengetahui arah kiblat dengan memanfaatkan bayangan matahari.
Dalam praktik tersebut, alat yang digunakan sangat sederhana, yakni tongkat, tali, kapur, penggaris, dan lakban. Seluruh peserta diajak mengamati sekaligus mempraktikkan penentuan arah kiblat secara langsung di Masjid Ikhwatun Hasanah.
Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan arah kiblat yang cukup signifikan dibandingkan arah yang sebelumnya dijadikan acuan. Takmir Masjid Ikhwatun Hasanah, Taufik, menyampaikan bahwa penentuan arah kiblat dan pemasangan karpet masjid sebelumnya menggunakan aplikasi pada telepon genggam.
Menanggapi hal tersebut, Kepala KUA Wirobrajan Raden Andhi Nugroho menjelaskan bahwa telepon genggam dapat digunakan sebagai alat bantu, namun tingkat keakuratannya dipengaruhi banyak faktor sehingga tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan. Sementara itu, metode Rashdul Kiblat yang dilakukan pada saat Istiwa A’zham memanfaatkan bayangan matahari secara langsung sehingga hasilnya lebih mendekati arah kiblat yang sebenarnya.
“Momentum Rashdul Kiblat ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memastikan arah kiblat. Agar semakin mantap, kami menyarankan pengurus masjid mengajukan kalibrasi ulang arah kiblat kepada Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Hal ini penting karena menyangkut keabsahan pelaksanaan ibadah shalat,” ujar Andhi.
Sementara itu, Taufik mengaku bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada KUA Wirobrajan atas pendampingan yang diberikan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih telah dilibatkan dalam pengukuran arah kiblat hari ini. Semoga hasilnya menjadi yang terbaik serta menambah pengetahuan dan pemahaman kami mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Wirobrajan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak, edukatif, dan terukur, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai penentuan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah dalam pelaksanaan ibadah shalat.



