Pokjaluh Kemenag Kota Yogyakarta Launching Buku Kedua, Rawat Jiwa, Keluarga, dan Semesta

Yogyakarta, 8 September 2026 — Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kementerian Agama Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan literasi dan publikasi keagamaan melalui launching buku kedua kumpulan tulisan Penyuluh Agama Islam Yogyakarta.
Kegiatan launching buku tersebut berlangsung di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Selasa (8/9/2026), di sela-sela rangkaian Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Pokjaluh Kementerian Agama Kota Yogyakarta periode 2026–2029.
Buku kedua tersebut mengangkat judul “Merawat Jiwa, Keluarga, dan Semesta: Refleksi Keislaman tentang Dakwah, Kemanusiaan, dan Lingkungan”. Buku ini merupakan kumpulan refleksi dan tulisan para Penyuluh Agama Islam yang mengangkat berbagai persoalan kehidupan dari perspektif keislaman.
Kehadiran buku tersebut menjadi bukti bahwa Penyuluh Agama tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lisan, tetapi juga mampu menuangkan gagasan, pengalaman, dan refleksi dakwah dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Launching buku disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ketua Forum Kepala KUA, Ketua APRI, serta Ketua PD IPARI Kota Yogyakarta. Kehadiran para pimpinan dan organisasi terkait menjadi bentuk apresiasi terhadap produktivitas dan kreativitas para Penyuluh Agama Islam dalam bidang literasi.
Buku yang diterbitkan oleh Samudra Biru tersebut memuat 24 refleksi keislaman yang mencakup tema dakwah, kemanusiaan, pendidikan keluarga, spiritualitas, etika sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Pesan utama buku ini menegaskan pentingnya merawat hubungan dengan Allah, membangun keluarga yang kokoh, peduli terhadap sesama, serta menjaga kelestarian alam.
Peluncuran buku kedua ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Pokjaluh untuk terus mendorong budaya literasi di kalangan Penyuluh Agama. Tulisan menjadi salah satu media dakwah yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan dapat diwariskan sebagai pengetahuan serta pengalaman bagi generasi berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, semangat yang dibangun melalui buku ini selaras dengan peran Penyuluh Agama sebagai pendamping, edukator, komunikator, sekaligus penggerak masyarakat. Ke depan, Pokjaluh Kemenag Kota Yogyakarta diharapkan semakin produktif melahirkan karya-karya literasi yang relevan dengan kebutuhan umat dan perkembangan zaman.
Merawat jiwa akan melahirkan ketenangan. Merawat keluarga akan melahirkan peradaban. Merawat semesta akan menghadirkan keberlanjutan kehidupan.[sams]



