Berita

Podsima Kemenag Kota Yogyakarta Gaungkan Kerukunan, ASN Didorong Jadi Agen Moderasi di Masyarakat

Yogyakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta kembali menggelar siaran Podsima (Podcast Moderasi Beragama) pada Rabu (29/4/2026) melalui kanal YouTube. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Seksi Bimas Islam, H. Mohammad Tahrir, S.E., M.M., sebagai narasumber dengan tema “Rawat Kerukunan di Tengah Dinamika Politik, Sosial, dan Ekonomi.”

Dalam pemaparannya, Tahrir menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah berbagai isu yang berpotensi memicu perpecahan. Ia mengajak seluruh ASN Kemenag Kota Yogyakarta untuk berperan sebagai “penerang” atau obor yang mampu meneduhkan suasana dan menghadirkan solusi di tengah dinamika sosial yang berkembang.

“ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi penyejuk dan penguat harmoni sosial, terutama dalam menghadapi berbagai isu yang sensitif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang dipandu oleh host Arif Mahfud, S.Ag., ini diikuti ASN Kankemenag Kota Yogyakarta secara daring. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif melalui kolom chat YouTube, dengan tercatat sebanyak 94 peserta mengikuti siaran secara live streaming. Operator Abdul Hamid, S.Kom., Niken Dyan Kusumastuti, S.Kom., Faniya Rifqi Fauzi, S.Kom.

Lebih lanjut disampaikan bahwa implementasi moderasi beragama sangat ditentukan oleh peran penghulu dan penyuluh agama yang berada di garis terdepan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Para penghulu, misalnya, memiliki peran strategis dalam memberikan pembekalan kepada calon pengantin melalui khutbah nikah yang sarat nilai-nilai moderasi dan harmoni keluarga. Sementara itu, para penyuluh agama secara aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan di majelis taklim dan forum keagamaan lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama semakin mengakar dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat luas, guna menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.[ Ara]