Berita

Podsima Kankemenag Kota Yogyakarta Gaungkan Implementasi Moderasi Beragama melalui Pesparani 2026

Yogyakarta (Humas) – Podcast Moderasi Beragama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta atau Podsima kembali hadir untuk menguatkan pemahaman dan praktik moderasi beragama di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Episode kali ini disiarkan secara live streaming melalui YouTube Kemenag Kota Yogyakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026, dari Studio Podcast Kankemenag Kota Yogyakarta.

Podsima menghadirkan Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, Rolan Modestus Jemuru, S.S., sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Arif Mahfud, S.Ag., selaku host. Operator oleh prakom  Niken Dyan Kusumastuti, S.Kom, Abdul Hamid, S.Kom.

Mengangkat tema “Nilai-Nilai Implementasi Moderasi Beragama yang Digaungkan melalui Pesparani Tahun 2026”, podcast membahas bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan kebudayaan.

Dalam dialog tersebut, moderasi beragama ditekankan sebagai sikap dalam menjalankan ajaran agama secara proporsional, menghargai keberagaman, serta membangun kehidupan bersama yang harmonis tanpa mengurangi keyakinan dan prinsip dasar masing-masing agama.

Pesparani menjadi salah satu ruang yang dapat memperkuat nilai-nilai tersebut. Melalui seni, musik, paduan suara, serta kebersamaan umat Katolik, Pesparani tidak hanya menjadi ajang ekspresi iman, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman di tengah masyarakat.

Nilai kebersamaan juga menjadi bagian penting yang disampaikan dalam dialog. Semangat untuk berjalan bersama dalam satu tujuan dapat menjadi kekuatan dalam membangun persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman.

Dalam perspektif Gereja Katolik, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui ungkapan “terang Sabda mengarahkan langkah, sepikir, sepujian”. Nilai ini menggambarkan pentingnya berjalan bersama, memiliki kesatuan hati dan tujuan, serta saling menguatkan dalam kehidupan bersama.

“Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi bagaimana kita dapat menjalankan keyakinan dengan tetap menghormati orang lain yang berbeda keyakinan,” menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam pembahasan Podsima.

Kegiatan ini diikuti oleh ASN Kankemenag Kota Yogyakarta, terpantau 82 orang yang chat live streaming di youtub dan memberikan komentar.   Kehadiran Podsima diharapkan menjadi media edukasi yang komunikatif bagi ASN dalam memahami sekaligus mengimplementasikan moderasi beragama dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui Podsima, Kankemenag Kota Yogyakarta terus mendorong penguatan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan keagamaan yang rukun, toleran, harmonis, dan menghargai kemajemukan. Semangat berjalan bersama, sepikir, sepujian, serta saling menghargai menjadi bagian penting dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Kota Yogyakarta. [Ara]

Leave a Reply