PODSIMA Kankemenag Kota Yogyakarta Angkat Spirit Vasudhaiva Kutumbakam untuk Perkuat Persatuan Bangsa

Yogyakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta kembali menyiarkan Podcast Moderasi Beragama (PODSIMA) pada Rabu (20/05/2026) melalui kanal YouTube Kemenag Kota Yogyakarta. Pada episode kali ini, mengangkat tema “Spirit Vasudhaiva Kutumbakam dalam Memperkuat Persatuan Bangsa.”
Podcast menghadirkan narasumber Penyuluh Agama Hindu, Mujirah, S.Pd., dengan dipandu oleh host Arif Mahfud, S.Ag. Dalam dialog tersebut, Mujirah menjelaskan makna filosofis Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti “seluruh dunia adalah satu keluarga,” sebagai nilai universal yang menekankan pentingnya persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati antarumat manusia.
Lebih lanjut, Mujirah juga memaparkan implementasi nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat di Kota Yogyakarta, khususnya dalam konteks kerukunan umat beragama, penguatan moderasi beragama, serta peran penyuluh dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman.
Menurutnya, semangat Vasudhaiva Kutumbakam sangat relevan dalam memperkuat persatuan bangsa, terutama di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks. Nilai tersebut menjadi landasan moral untuk terus menjaga sikap saling menghargai dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
Dalam kesempatan tersebut, host Arif Mahfud, S.Ag. juga menggali berbagai pandangan terkait peran penyuluh agama dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama melalui media digital. Diskusi berlangsung interaktif dan informatif sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Podcast ini disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kementerian Agama Kota Yogyakarta sebagai bagian dari upaya edukasi publik dan penguatan literasi moderasi beragama di era digital. Melalui program PODSIMA, diharapkan nilai-nilai kerukunan, persatuan, dan kebangsaan dapat terus ditanamkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Momentum penyiaran episode ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, sehingga menjadi penguatan pesan kebangsaan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Di tengah dinamika sosial yang berkembang, termasuk meningkatnya keresahan masyarakat terhadap fenomena kenakalan remaja di wilayah perkotaan, nilai-nilai kebersamaan dan toleransi diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menciptakan suasana Yogyakarta yang aman, damai, dan harmonis. [Ara]



