Berita

PODSIMA Bahas Rawat Kerukunan, Penyuluh Agama Diajak Hadir sebagai Penguat Harmoni

Yogyakarta (Humas) — Kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan. Ia perlu dirawat melalui sikap, komunikasi, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam Podcast Moderasi Beragama PODSIMA yang disiarkan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Rabu (23/9/2026).

Mengangkat tema “Implementasi Rawat Kerukunan Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta”, PODSIMA menghadirkan Ketua Pokjaluh DIY H. Ja’far Arifin, MA sebagai narasumber. Diskusi dipandu Nismatun Dian Islami dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemenag Kota Yogyakarta.

Dalam podcast tersebut, penyuluh agama ditempatkan sebagai salah satu unsur penting yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Melalui tugas bimbingan dan penyuluhan, penyuluh memiliki ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai agama yang menyejukkan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberagaman.

Tema “rawat kerukunan” menjadi relevan karena kerukunan tidak hadir dengan sendirinya. Ia membutuhkan kesediaan untuk saling memahami, menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang sehat, serta mengedepankan kemaslahatan bersama.

Bagi penyuluh agama Islam, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas pendampingan masyarakat. Penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun suasana kehidupan beragama yang damai, moderat, dan saling menghormati.

Podcast PODSIMA diikuti oleh ASN Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta serta masyarakat umum melalui siaran streaming. Kehadiran masyarakat dalam ruang digital tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan literasi moderasi beragama.

Siaran PODSIMA dioperasikan oleh Niken Dyan Kusumastuti, S.Kom., sehingga diskusi mengenai moderasi beragama dan kerukunan dapat diikuti masyarakat secara lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu.

PODSIMA, Inovasi Rawat Kerukunan

Lebih dari sekadar program podcast, PODSIMA merupakan salah satu inovasi Pranata Kerukunan Umat Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam memperluas ruang edukasi dan dialog tentang moderasi beragama.

Program ini menjadi bagian dari program prioritas Kankemenag Kota Yogyakarta untuk turut mewujudkan masyarakat Kota Yogyakarta yang memiliki toleransi tinggi di tengah keberagaman.

Melalui ruang digital, pesan-pesan tentang toleransi, moderasi beragama, dan kerukunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dialog yang dikemas secara terbuka juga menjadi sarana untuk membangun pemahaman bahwa keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan ruang untuk belajar hidup berdampingan.

Kehadiran PODSIMA sekaligus memperkuat peran Pranata Kerukunan Umat dalam mengembangkan komunikasi publik yang edukatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui PODSIMA, Kankemenag Kota Yogyakarta terus membuka ruang dialog tentang moderasi beragama dengan menghadirkan narasumber dan tema yang dekat dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Kerukunan bukan sekadar kondisi yang ingin dipertahankan, tetapi nilai yang harus terus dirawat. Dari ruang digital hingga kehidupan nyata, penyuluh agama dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk menjaganya tetap tumbuh di tengah keberagaman.[Ara]

Leave a Reply