PESPARAWI Kota Yogyakarta Tahun 2026 “Dari Nada Tumbuh Persaudaraan”

Yogyakarta (Humas) — Sebanyak 310 peserta memeriahkan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Tingkat Kota Yogyakarta yang digelar Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026), bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Jalan Sukonandi Nomor 8, Yogyakarta. Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi iman sekaligus perayaan kerukunan dalam keberagaman.
PESPARAWI dibuka oleh Wali Kota Yogyakarta yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Yogyakarta, Hilmi Arifin, S.E., M.S.E., M.A. Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh agama dan unsur Pemerintah Kota Yogyakarta, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kementerian Agama DIY, Paulus Fredy Krissanjaya, S.Si.Teol., M.M., serta jajaran Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., yang sekaligus bertindak sebagai ketua panitia, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam laporannya disampaikan bahwa penyelenggaraan PESPARAWI mendapatkan dukungan melalui hibah dari Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ahmad Mustafid menjelaskan, PESPARAWI tahun ini mempertandingkan empat cabang lomba, yakni nyanyi tunggal, paduan suara dewasa campuran, paduan suara wanita, dan vokal grup. Sebanyak 310 peserta mengikuti kompetisi tersebut dengan semangat menampilkan kemampuan terbaik sekaligus mempererat persaudaraan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan panitia dari Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta bersama unsur Penyuluh Agama Kristen. Koordinasi kepanitiaan dari unsur penyuluh dikoordinasikan oleh Tri Didik Wibowo Adi, S.PAK. Sementara itu, doa pembukaan dipimpin oleh Poerwadi, S.Th., M.Th., yang menghadirkan suasana khidmat sebelum rangkaian perlombaan dimulai.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta serta para praktisi dan akademisi di bidang seni musik dan paduan suara gerejawi. Kehadiran dewan juri yang kompeten menjadi bagian penting untuk memastikan proses penilaian berlangsung secara profesional dan memberikan apresiasi terhadap kemampuan musikal para peserta.
PESPARAWI bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan vokal dan musikalitas. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan umat Kristiani dalam mengembangkan talenta seni gerejawi, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Melalui setiap lantunan lagu, tersampaikan pesan tentang persatuan, kedamaian, dan kasih. Harmoni yang tercipta dari berbagai suara menjadi gambaran bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun kehidupan yang rukun.
Kehadiran berbagai unsur lintas agama dan lembaga keagamaan dalam pembukaan turut memberi warna pada pelaksanaan PESPARAWI. Ruang perjumpaan tersebut memperlihatkan bahwa kerukunan dapat terus dirawat melalui kebersamaan, saling menghormati, dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan PESPARAWI juga mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam memberikan ruang bagi umat beragama untuk mengembangkan kehidupan keagamaan yang inklusif dan harmonis. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, penyuluh, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan di Kota Yogyakarta.
Dari panggung PESPARAWI, lebih dari sekadar kompetisi, tumbuh harapan agar semangat persaudaraan terus bergema, melampaui batas panggung dan menjangkau kehidupan sehari-hari. Sebab, kerukunan tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui kebersamaan yang nyata. [Ara]



