Berita

Pertemuan Rutin DWP Kemenag Kota Yogyakarta, Sosialisasi Anti-Bullying Bersama Puspaga

Yogyakarta, — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan sosialisasi anti-bullying di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Tri Novita Herdalena, S.Psi., psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kenari, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, sebagai narasumber.

Acara diawali dengan sambutan Ketua DWP Kemenag Kota Yogyakarta, Hj. Eny Kartikasari, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter anak serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Melalui kegiatan ini, anggota DWP diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai bahaya bullying dan berperan aktif dalam pencegahannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi,SPsi.M.Eng. Beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, sikap saling menghormati, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Upaya pencegahan bullying perlu dilakukan bersama melalui pendidikan karakter, keteladanan, serta pembiasaan perilaku positif sejak dini.
Dalam sesi sosialisasi, Tri Novita Herdalena, S.Psi. memaparkan pentingnya mengenali bentuk-bentuk perundungan, dampak psikologis yang dapat dialami korban, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk kekerasan verbal, pengucilan sosial, maupun perundungan melalui media digital atau cyberbullying.
Peserta juga diajak untuk memahami pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memberikan dukungan emosional, serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan anak merasa aman untuk bercerita ketika mengalami atau menyaksikan perundungan. Peran orang tua dan keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk perilaku anak yang menghargai perbedaan dan tidak melakukan kekerasan terhadap orang lain.
Melalui pertemuan rutin dan sosialisasi ini, DWP Kemenag Kota Yogyakarta berharap para anggota semakin memahami pentingnya pencegahan bullying serta mampu menerapkan pola pengasuhan yang positif di lingkungan keluarga. Sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang ramah anak, aman, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kepedulian anggota DWP terhadap isu perlindungan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam membangun generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan saling menghargai.
Diakhir acara dilaksanakan penyerahan kenang-kenangan kepada Ibu Nuriyah Syafaatun yang telah memasuki masa purna tugas sebagai pegawai ASN Kantor Kemenag Kota Yogyakarta.[janti]

Leave a Reply